Faisal Basri : Soeharto Saja Bisa Kita Jatuhkan, Masa Timah Tak Bisa Dibenahi

Tim_Wow    •    Selasa, 12 Januari 2021 | 13:39 WIB
Nasional
Caption: Ekonom, Firsa Basri. (sumber: cnbc)
Caption: Ekonom, Firsa Basri. (sumber: cnbc)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Ekonom Faisal Basri mendesak pemerintah pusat untuk memebanahi tata kelola perniagaan pertimahan di Indonesia. Campur tangan pemerintah pusat penting mengingat keterlibatan oknum pejabat, aparat, hingga politisi  dalam pertimahan ilegal di Indonesia.  

"Ini bukan mungkin lagi. Keterlibatannya sangat jelas," kata Faisal Basri  dalam webinar Tata Niaga Timah Indonesia yang diselenggarakan Forum Diskusi Ekonomi dan Politik (FDEP), Senin (11/1/2021). 

Karena aturan sudah lengkap, pembenahan tata niaga dan tata kelola pertimahan Indonesia tidak akan butuh waktu panjang.

 "Paling lama enam bulan. Tunjuk orang-orang berkompeten dan terpercaya, pasti bisa. Dulu saya di TRTKM (Tim Reformasi Tata Kelola Migas) bisa kerja cepat karena dukungan pusat," ujarnya.

Hasil kerja TRTKM antara lain mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam mafia migas Indonesia

 " Soeharto saja bisa kita jatuhkan. Masa timah tidak bisa benahi. Jangan sampai timah habis, rakyat tidak sejahtera," kata Faisal.

Faisal Basri mengatakan, praktik penambangan dan ekspor timah ilegal amat marak dan terang-terangan.

 "Oknum-oknum aparat terlibat dengan menjadi pemilik tambang secara langsung maupun tidak langsung. Saya melihat sendiri, mereka (oknum-oknum aparat) seperti raja di sana. Mafia timah menyumbang ke partai-partai di daerah," ujarnya.

Iklim pertimahan Indonesia, menurut Faisal, membuat pelaku tambang legal kalah saing dari petambang ilegal. 

"Sudah jelas, banyak pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) tidak memenuhi syarat. Karena tujuannya bukan itu. Mereka hanya mau jadi penadah hasil tambang ilegal. Harganya lebih murah dibandingkan tambang legal," kata dia.

Mengacu pada data, kata dia, sejumlah negara tetangga Indonesia masih mengimpor pasir timah dari Indonesia. Padahal, ekspor pasir timah sudah dilarang. Bahkan, dijelaskan Faisal Basri, Singapura yang tidak punya tambang timah sama sekali bisa mengekspor balok timah.

"Banyak sekali penangkapan penyelundupan oleh Bea dan Cukai, jarang oleh polisi," kata Faisal.

Dia menilai, kondisi itu terjadi karena aturan tidak ditegakkan. Padahal, aturan soal tata niaga timah Indonesia sudah lengkap. Selain itu, timah tidak diperhatikan secara serius oleh pemerintah.

"Saya hampir tidak pernah melihat Menteri, Pak Luhut (Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi) membahas timah. Kalau nikel, bauksit, sering," kata dia. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL