Penyebab Harga Timah Dunia Melonjak di Awal Tahun

Tim_Wow    •    Selasa, 12 Januari 2021 | 12:48 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pulihnya permintaan logam timah dalam beberapa bulan terakhir mendongkrak harga timah dunia. Pada awal Januari 2020, harga timah di pasar London Metal Exchange  (LME)  tembus di 20.105 USD per metrikton. Harga  tertinggi logam timah sejak tahun 2016.

"Pemulihan permintaan ini terutama terjadi di China, meskipun kami juga mulai mendengar berita positif dari Eropa," kata Analis Pasar Asosiasi Timah Internasional James Willoughby kepada The Edge.

Sebelumnya, pandemi Covid-19 telah menyebabkan penutupan pabrik peleburan timah di negara di Asia dan Amerika Selatan. Akibatnya produksi timah dunia berkurang. Sejalan waktu,  produksi kembali normal untuk mengejar target tahunan.

“Awalnya, permintaan timah global menurun tajam karena konsumen, terutama di Eropa, tidak dapat membeli barang elektronik, mobil, sebagai  konsumen utama pasar timah. Dalam survei tahunan konsumen timah yang dilakukan triwulan kedua, diperkirakan permintaan timah dunia akan turun sekitar 6 persen,” ujarnya.

“Namun, pemberlakuan bekerja dari rumah (WFH) di Eropa dan AS,  pembelian  barang elektronik melalui  online meningkat. Karena menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, konsumen tertarik untuk meningkatkan peralatan elektronik rumah mereka. Ini adalah area pengguna solder utama. Dan di Cina konsumsi tumbuh lebih dari 20 persen dalam beberapa bulan terakhir,” tukasnya.

Kondisi pulihnya permintaan timah dunia diharapkan terus berlanjut di tahun 2021. Apalagi sejumlah produsen timah dunia pada tahun 2021 akan mengoperasikan pabrik peleburan baru.

"Meskipun hal-hal positif ini tidak akan sepenuhnya memulihkan permintaan tahun ini, kami berharap hal itu berlanjut hingga 2021," kata Willoughby.

Dia menambahkan bahwa China tetap menjadi konsumen timah terbesar di dunia, dan permintaan untuk komoditas tersebut diperkirakan akan turun kurang dari 1% tahun ini karena permintaan yang meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Kondisi harga timah duni yang mulai pulih berdampak terhadap produsen timah seperti Malaysia Smelting Corp Bhd (MSC), produsen timah olahan menilai kenaikan harga timah berdampak positif pada penambangan.

“Divisi peleburan timah kami juga akan diuntungkan dengan peningkatan pasokan konsentrat timah karena lebih banyak tambang timah di seluruh dunia akan mulai menambang karena harga timah yang tinggi,” kata CEO MSC Datuk Dr Patrick Yong kepada The Edge.

Sedangkan produsen timah terbesar kedua dunia PT Timah Tbk (TINS) sudah memproyeksikan harga logam timah kembali membaik (rebound) mulai awal 2021 setelah tren pemulihan harga pada triwulan III 2020. Hal itu disampaikan Wibisono, Direktur Keuangan PT Timah Tbk (TINS) dalam siaran pers menjelang penutup tahun 2020.

Menurut dia, defisit logam timah di kuartal III 2020 dan uji coba vaksin COVID-19 di sejumlah negara ikut menyumbang pemulihan harga di pasar logam timah. "Permintaan logam timah sebanyak 85,7 kiloton atau naik 8,07% pada kuartal III 2020 dibandingkan periode serupa tahun lalu sebanyakk 79,3 kiloton," katanya. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL