700 Rumah Warga di Bangka Belitung Terendam Banjir

Tim_Wow    •    Rabu, 13 Januari 2021 | 14:29 WIB
Lokal
Banjir merendam sebagian wilayah di Kota Pangkalpinang.(sumber:BPBD Babel)
Banjir merendam sebagian wilayah di Kota Pangkalpinang.(sumber:BPBD Babel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sejak Selasa (12/01/2021) kemarin mengakibatkan beberapa daerah dilanda banjir, Rabu (13/01/2021) pagi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung sedikitnya ada 700 rumah warga yang terendam banjir, jumlah itu tersebut di tujuh kabupaten/kota Provinsi Bangka Belitung

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Babel, Mikron Antariksa, intensitas hujan sedang yang cukup lama ditambah pasang besar air laut menjadi faktor penyebab sejumlah wilayah Babel terendam banjir.

"Beberapa tempat diwilayah Bangka Belitung terutama di pesisirnya terkena banjir rob. Ada beberapa tempat yang cukup parah seperti di Tanjung Pendam Belitung, kemudian daerah Kampung Opas, kemudian di Teluk Limau itu sudah ada kerugian materi seperti rumah rusak," ungkap Mikron kepada Wow Babel, Rabu (13/10/2021) siang.

Data sementara BPBD Babel, beberapa daerah yang terendam banjir diantaranya Kota Pangkalpinang yakni Pantai Pasir Padi, Opas Indah, Rejosari, Jembatan Selindung, Pasir Putih, Gedung Nasional, Semberejo dan Kampung Seberang. Selanjutnya Kabupaten Bangka yakni Parit Pekir, Air Hanyut, Sri Menanti, Kampung Jawa, Nelayan II, dan Nelayan I.

Lebih lanjut, beberapa daerah di Kabupaten Bangka Tengah juga turut terendam banjir, yakni Desa Guntung,  Desa  Arung Dalam, dan TPI Batu Belubang. Kemudian juga Desa Baru, Kabupaten Belitung Timur serta tiga kelurahan di daerah Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung, yakni Kelurahan Parit, Kelurahan Damai, dan Kelurahan Kota Tanjung Pandan. Sementara yang terdampak cukup parah yakni di daerah Dusun Pala, Desa Teluk Limau, Kabupaten Bangka Barat yang mengakibatkan beberapa rumah warga rusak.

"Kalau yang terdampak itu sekitar 700 rumah, sementara yang rusak ini sedang di inventarisir, tadi ada di Teluk Limau. Yang lain rata-rata terdampak banjir saja. Tapi di Teluk Limau itu ada yang rumah roboh akibat ombak pasang tadi," terangnya.

Mikron menambahkan pihaknya langsung bergerak menuju titik-titik lokasi banjir, serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar melaksanakan penanggulangan guna mengurangi tingkat resiko.

"Kami coba dengan bantuan-bantuan siap saji yang sudah tersedia di BPBD masing-masing Kabupaten untuk diberikan kepada masyarakat," ujarnya.

"Selain itu juga kami meminta kepada pemerintah daerah melalui masjid-masjidnya untuk dapat memberikan pengumuman akan kondisi besok pagi yang mana masih tetap pasangnya cukup besar. Sehingga perlu ada kesiapsiagaan sejak dini dari masyarakat. Sehingga kami minta di Pangkalpinang untuk bisa menginformasikannya melalui masjid-masjid yang berada di pesisir," tukasnya.(fiz/rul/wb)





TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL