Banyak Panglong Kayu di Babar Tak Berizin, Ini Kata Ditjen Gakkum KLHK

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Terkait dugaan adanya kayu siluman hasil penebangan liar dari para panglong atau tempat jual kayu di Bangka Barat yang semuanya belum mengantongi izin usaha, Direktur Jenderal (Ditjen) Penegakkan Hukum KLHK, Dr.Rasio Ridho  belum mau berkomentar banyak.

Diberitakan sebelumnya, KPHP Unit I Rambat Menduyung wilayah Bangka Barat mengungkapkan bahwa di wilayah kerjanya dari sepuluh panglong baru ada tiga panglong kayu yang mengantongi Tempat Penampungan Terdaftar (TPT) tapi bukan izin dari DPMPPTSPTKT. Pasalnya, Kepala DPMPPTSPTKT Bangka Barat Rosdjumiati mengakui selama dirinya menjabat belum ada satupun yang mengurusi izin panglong kayu di Bangka Barat.

"Kontak Dinas Kehutanan atau Gubernur karena izin dari mereka. Itu tanggung jawab Gubernur dan/atau Kepala Dinas Kehutanan, coba tanya ke mereka, karena izin itu dari mereka," katanya, Rabu (13/1/2021).

Ridho menerangkan persoalan jual beli kayu ini tak ingin melangkahi peran Kepala Dinas terkait atau Gubernur Provinsi Bangka Belitung dan mempersilakan untuk penjelasannya ke daerah terlebih dahulu.

"Kalau tugas Gubernur dan Dinas Kehutanan apa ? Tanya mereka dulu baru ke kita atau hirarki. Dinas/Gubernur itu punya aparat mereka punya kewenangan, tanya mereka dulu" ujarnya.

Ridho tak ingin menanggapi terkait sidak pengawasan atau pencegahan, dan menyebutkan persoalan tersebut adalah tanggung jawab dan kewenangan dari Pemerintah Daerah masing-masing yakni dibawah kebijakan Gubernur Bangka Belitung.

"Tanggung jawab dan kewenangan itu ada hirarki, untuk urusan perijinan yang ditanyakan itu kewenangan Dinas/Gubernur, tanya apa langkah yang sudah dan akan mereka lakukan," tutup Ridho. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL