Saham TINS Masuk Dalam Top Gainers dan Teraktif

Tim_Wow    •    Kamis, 14 Januari 2021 | 15:28 WIB
Ekonomi
Caption: Balok Timah. (dok/wb)
Caption: Balok Timah. (dok/wb)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Pergerakan harga komoditas bahan tambang di pasar global turut mengerek harga saham  perusahaan penambangan di tanah air. Diantaranya saham PT Timah Tbk (TINS). Memasuki awal tahun saham milik perusahaan plat merah ini terus naik. 

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (14/1/2021) saham TINS naik sebesar Rp 445 sehingga menjadi Rp2.370/lembar. Saham TINS masuk dalam kelompok top gainers atau kenaikan harga. Tidak saja masuk dalam top gainers TINS juga masuk dalam deretan saham teraktif diperdagangkan, yakni mencapai 62.180 kali senilai Rp 1,11 triliun.

Dikutip dari IDX , menyebutkan pada penutupan perdagangan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 10,68 poin atau 0,166% di level 6.445,89. Tercatat 213 saham menguat, 312 saham melemah, 176 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp16,5 triliun.

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga atau top gainers diantaranya SOHO sebesar Rp1.000 menjadi Rp6.050 per saham, UNTR sebesar Rp 550 menjadi Rp 26.750 per saham, dan TINS sebesar Rp 445 menjadi Rp2.370 per saham.

Kemudian berikut adalah deretan saham-saham top losers siang ini yaitu IBST sebesar Rp 550 menjadi Rp 7.850 per saham, BBCA sebesar Rp 475 menjadi Rp 35.125 per saham, dan INAF sebesar Rp 450 menjadi Rp 6.050 per saham.

Tercatat saham-saham teraktif yang diperdagangkan pada hari ini, diantaranya ANTM 119.975 kali senilai Rp 2,91 triliun dan BBKP sebanyak 72.533 kali senilai Rp 994,7 miliar serta TINS sebanyak 62.180 kali senilai Rp 1,11 triliun. 

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan pergerakan saham tambang logam terkerek penguatan harga komoditas, mulai dari emas, tembaga, hingga nikel yang masih berlangsung pada awal tahun ini sejak paruh kedua 2020.

“Di samping itu, pergerakan juga tersulut sentimen proyek baterai listrik Indonesia dengan nilai yang cukup jumbo sehingga pasar memiliki ekspektasi besar proyek itu dapat meningkatkan fundamental kinerja emiten logam, terutama ANTM dan INCO,” ujar Alfred.

Penguatan diperkirakan berlanjut sembari pasar menanti detail perkembangan baru dari proyek itu, tetapi pergerakan mulai cenderung terbatas. Dia juga menilai pergerakan saham tambang logam ke depan masih akan menjadi penopang utama pergerakan indeks Jakmine dibandingkan dengan saham tambang batu bara. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL