77 Pasien Covid-19 di Bangka Belitung Dinyatakan Sembuh

Hafiz Wow    •    Sabtu, 16 Januari 2021 | 13:52 WIB
Lokal
Tabel perkembangan jumlah kumulatif pasien terpapar Covid-19 di Bangka Belitung.(ist)
Tabel perkembangan jumlah kumulatif pasien terpapar Covid-19 di Bangka Belitung.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami peningkatan. Data Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Jumat (15/1/2021) sebanyak 77 pasien selesai menjalani isolasi dan dinyatakan sehat.

"Dengan 77 orang yang selesai menjalani isolasi, maka persentase tingkat orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sehat dari Covid-19 di Babel dibandingkan dengan kemarin mengalami peningkatan yakni berada di angka 79,02 persen," ungkap Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno, Jumat (15/1/2021) kemarin.

ABP sapaan akrabnya, menyebutkan dengan tambahan pasien sembuh terbaru, maka orang yang masih atau sedang dalam perawatan dan penanganan kembali turun yakni 19,15%.

Kendati demikian, ABP meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, karena setiap hari kasus baru terus bertambah. Terbaru, sebanyak 45 orang terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga dalam sepekan terakhir warga yang terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 519 orang. Dengan demikian jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 di Bangka Belitung mencapai angka 3.327 kasus.

"Kota Pangkalpinang bertambah 26 orang, Kabupaten Bangka bertambah enam orang, Kabupaten Bangka Tengah bertambah sepuluh orang, Kabupaten Bangka Barat bertambah satu orang, dan Kabupaten Bangka Selatan bertambah dua orang," tuturnya.

Sementara itu, ABP menyebutkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah signifikan. Data terbaru, Jumat (15/1/2021) sebanyak tiga warga yang positif Covid-19 dinyatakan meninggal dunia, diantaranya dua warga Pangkalpinang dan satu warga Bangka Tengah.

"Terhitung dalam dua bulan terakhir kematian orang kategori probable dan terutama suspek Covid-19 mengalami peningkatan cukup signifikan, dan hal ini sudah pasti menjadi keprihatinan kita dan kondisinya bisa dibilang sangat mengkhawatirkan, karenanya sudah sepatutnya situasi ini menjadi perhatian kita sekaligus menegaskan bahwa Covid-19 nyata dan berisiko membawa kepada kematian, apalagi jika orang yang terkonfirmasi Covid-19 memiliki penyakit penyerta," terangnya.

Ia menambahkan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sampai dengan pemakaman menjadi tanggung jawab Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Satgas Covid-19 serta harus ditangani sesuai dengan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan demi menghindari penularan yang lebih masif dan penyebaran virus kepada lebih banyak orang.

"Jangan sampai kejadian penolakan keluarga atau sebagian warga dalam proses pemakaman sesuai prosedur standar (SOP) pemulasaran jenazah Covid-19 kembali terulang. Dan hal ini selain melanggar atau menyalahi prosedur pemulasaran jenazah Covid-19, juga bisa berdampak buruk yakni terpaparnya warga masyarakat yang tentu saja tidak kita harapkan dan kehendaki bersama," tandasnya.(fiz/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL