Ini Pengakuan Sejumlah Pejabat Usai Divaksin, Erzaldi: Tidak Ada yang Membesar dan Mengecil

Firman    •    Sabtu, 16 Januari 2021 | 13:43 WIB
Lokal
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat disuntik Vaksi Sinovac perdana di RSUP DR Soekarno Bangka Belitung.(ist)
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat disuntik Vaksi Sinovac perdana di RSUP DR Soekarno Bangka Belitung.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Sejumlah kepala daerah dan Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan masyarakat dan tokoh agama di Provinsi Bangka Belitung sudah disuntik  Vaksin Sinovac perdana, Jumat (15/1/2021).

Para kepala daerah yang telah di vaksinasi di Provinsi Babel tersebut, diantaranya, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil dan Bupati Bangka Mulkan.

Setelah disuntik Vaksin Sinovac menurut sejumlah kepala daerah ini tidak ada efek apa pun yang dirasakan.

Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan yang menjadi orang pertama disuntikan Vaksin Sinoavac  di RSUP DR Soekarno Bangka Belitung mengaku usai disuntik merasa sehat-sehat saja.

"Habis di vaksin barusan, saya merasa sehat-sehat saja, dan tidak ada efek apa pun. Merasa segar saja, tidak ada yang membesar dan yang mengecil, sehat-sehat saja," ungkap Erzaldi.

Sementara itu Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil juga mengaku hal yang sama usai disuntik Vaksin Sinovac, malah ia mengaku merasa lapar.

"Kok, kami jadi lapar ya. Cuma yang heran habis ini, kok tambah lapar," kata Molen.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Kabupaten Bangka Mulkan. Ia mengatakan, dengan adanya vaksinasi ini bisa memberikan kekebalan kepada tubuh, dan harus direspon positif, serta jangan terpengaruh dengan isu berkembang.

"Mari kita buktikan kepada masyarakat, bahwa vaksin ini baik bagi tubuh dalam upaya menagani Covid-19, penerima perdana ini harus memberikan contoh, sosialisasi dan edukasi bahwa masyarakat tidak perlu khawatir menerima vaksin ini," pesannya.

Sedangkan Plt Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi juga menyampaikan hal yang sama. Ia meminta semua pihak tidak memperdebatkan mengenai legalitas Vaksin Sinovac, karena vaksin Covid-19 telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sudah mendapat rekomendasi dari BPOM, keduanya sebagai badan pemerintah terpercaya.

"Alhamdulillah, habis disuntik vaksin, sehat dan enggak ada efek apa pun, tadi juga kita disuruh nunggu selama 30 menit setelah disuntik  kemudian di screning," terang Amri.

Namun dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut ada beberapa kriteria yang tidak boleh dilakukan kepada masyarakat yang memiliki penyakit, misalnya seperti usia yang sudah di atas 60 tahun tidak boleh di suntik vaksin. Ada beberapa penyakit yang tidak boleh paksin, seperti darah tinggi, gula darah, jantung asma dan lain sebagainya.

Sebelumnya sempat beredar isu, suntikan Vaksin Sinovac bisa membuat alat vital membesar, namun Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai ada disinformasi mengenai informasi di media sosial Facebook tentang sebuah gambar hasil tangkapan layar dari siaran langsung berjudul "Vaksin Covid-19 Memperbesar Ukuran Penis" (Covid Vaccine Enlarges Penis!).

Disebutkan pula bahwa penelitian menunjukkan rata-rata panjang penis meningkat 23 persen.

Menurut pemeriksaan fakta Pesacheck.org, yang dikutip Kominfo, unggahan yang beredar di Facebook tersebut adalah hoaks. Disebutkan bahwa foto itu pertama kali dibuat dengan menggunakan 'Break Your Own News' dengan tujuan parodi saja. (fn/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL