Jeritan Pasien Corona Isolasi Mandiri, Keluarkan Biaya Jutaan Hingga Dicuekin Petugas

Aston    •    Sabtu, 16 Januari 2021 | 11:20 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Satu persatu pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Selatan mulai mengeluhkan pelayanan Satgas Penanganan  Covid-19. 

Salah satu pasien positif Covid-19 inisial S warga Toboali Bangka Selatan yang tengah menjalani karantina mandiri kepada wowbabel.com mengatakan bahwa, dirinya sudah 7 hari menjalani karantina mandiri di kediamannya.

" Alhamdulilah hari ini adalag hari yang ketujuh saya karantina mandiri dan kondisi kesehatan saya sudah membaik, indra penciuman dan perasa sudah normal, cuman masih batuk-batuk saja, " ungkap S  melalui sambungan telepon, Jumat (15/1/2021) malam. 

Namun, selama menjalani karantina, pasien menuturkan belum pernah dipantau oleh Satgas Covid-19 maupun petugas medis.  Kondisi itu pun sempat membuat psikologis pasien tertekan,  lantaran tidak adanya perhatian oleh satgas akan kondisi kesehatannya. 

"Petugas medis atau Satgas belum pernah  datang  atau nanya  kondisi via telepon juga belum pernah. Kecewa sih iya, stres juga karena harus konsultasi ke siapa. Saya cuman berusaha menenangkan diri, saya harus kuat melawan virus ini dengan suport suami dan keluarga," ungkap pasien yang sekaligus anggota Polri ini.

Pasien menceritakan dirinya dinyatakan terpapar Corona berawal kontak erat dengan kerabat yang positif Covid-19. Setelah kerabat pasien dinyatakan positif, beberapa hari kemudian dirinya merasakan gejala dengan hilangnya indra penciuman dan perasa. 

"Jadi saya sama suami inisiatif lah datang ke Labkesda Bangka Selatan. Tepatnya hari Sabtu pekan kemarin. Saya ceritakan bahwa saya orang kontak erat dengan pasien Covid dan saya merasa ada gejala hilang indra penciuman sama perasa. Terus disaran lah sama petugas situ untuk tes rapid, tapi katanya lab tutup karena hari Sabtu dan disarankan Senin saja," cerita S kala itu.

" Kita pulang, terus kami ke Klinik Bhakti Timah karena saya sama suami gak mau menunda karena sudah merasa ada gejala, tapi kami datang sudah kesorean kata petugas sudah tutup sampai jam lima sore bukanya. Terus kita dikasih kontak  dokter Klinik Suci Medika, kita hubungi ternyata rapid antigen kosong kita disarankan besok datangnya," sambungnya.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL