Covid-19 Tembus 3.396 Kasus, Bangka Belitung Zona Risiko Oranye

Hafiz Wow    •    Minggu, 17 Januari 2021 | 07:56 WIB
Nasional
Tabel jumlah kasus Covid-19 di Bangka Belitung.(ist)
Tabel jumlah kasus Covid-19 di Bangka Belitung.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Kasus positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bertambah 69 orang, Sabtu (16/1/2021) kemarin. Dengan bertambahnya kasus tersebut membuat total kasus positif Covid-19 di Babel mencapai 3.396 orang.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno menyebutkan kasus baru tersebut tersebar di tujuh Kabupaten/Kota, yakni Kota Pangkalpinang sebanyak 31 orang, Kabupaten Bangka sebanyak delapan orang, Kabupaten Bangka Tengah sebanyak tujuh orang, Kabupaten Bangka Barat sebanyak 13 orang, Kabupaten Bangka Selatan sebanyak satu orang, Kabupaten Belitung sebanyak dua orang, dan Kabupaten Belitung Timur sebanyak dua orang.

"Dalam satu minggu terakhir orang yang terpapar dan dinyatakan Positif Covid-19 yaitu 517 orang. Kondisi tersebut menjadikan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pekan ini berada dalam peta zona risiko oranye (risiko sedang--red)," tulis pria yang akrab disapa ABP dalam rilisnya, Sabtu (16/1/2021) malam.

Sementara itu, ABP menyebutkan pasien Covid-19 yang sembuh bertambah 43 orang, sehingga total kesembuhan di Babel mencapai 2.672 orang. Dengan demikian orang yang masih atau sedang dalam perawatan mengalami peningkatan yakni 19,49%.

"Dengan 43 orang yang selesai menjalani isolasi, maka persentase tingkat orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sehat dari Covid-19 di Bangka Belitung dibandingkan dengan kemarin mengalami penurunan yakni berada di angka 78,68%," lanjutnya.

Kendati demikian, kasus kematian pasien Covid-19 di Babel terus bertambah setiap harinya. Tercatat seorang warga Bangka Selatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia pada Sabtu (16/1/2021). Sehingga jumlah keseluruhan pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Babel bertambah menjadi 62 orang atau berada diangka 1,83%.

"Terhitung dalam dua bulan terakhir kematian orang kategori probable dan terutama suspek Covid-19 mengalami peningkatan cukup signifikan, dan hal ini sudah pasti menjadi keprihatinan kita dan kondisinya bisa dibilang sangat mengkhawatirkan, karenanya sudah sepatutnya situasi ini menjadi perhatian kita sekaligus menegaskan bahwa Covid-19 nyata dan berisiko membawa kepada kematian, apalagi jika orang yang terkonfirmasi Covid-19 memiliki penyakit penyerta (komorbid--red)," tandasnya.(fiz/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL