Tjahyo Kumolo : Dilarang Mengangkat Langsung Honorer sebagai PNS

Tim_Wow    •    Senin, 18 Januari 2021 | 13:23 WIB
Nasional
Caption: Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo. (IST/net)
Caption: Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo. (IST/net)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo menyatakan, sejak ditetapkannya PP 48 tahun 2005 dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenis sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Alasannya  pengangkatan honorer secara langsung bertentangan dengan prinsip sistem merit (kompetensi) dan visi Indonesia maju dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa.

“Pengangkatan secara langsung menghilangkan kesempatan putra putra terbaik bangsa menjadi bagian dari pemerintah, karena tertutupnya peluang akibat diangkatnya tenaga honorer tanpa seleksi,” kata Tjahjo dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI melalui Youtube Parlemen, Senin (18/1/2021).

Karena itu, kata Tjahjo, penerimaan PNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) harus dilaksanakan melalui penilaian secara objektif berdasarkan kompetisi, kualifikasi, kebutuhan instansi pemerintah, dan persyaratan lain dibutuhkan dalam jabatan.

Sisi lain, ia menjelaskan, pemerintah dalam kurun waktu 2005-2014 telah melakukan seleksi terhadap tenaga honorer eks Tenaga Honorer Kategori (THK) II dan mengangkat 1.070.092 tenaga honorer yang dinyatakan lulus seleksi (24.7 persen total PNS).

Sementara itu, pada tahun 2018  tenaga honorer Eks THK II yang memenuhi syarat dapat mengikuti seleksi CPNS dengan formasi khusus dan lulus 6.811 orang.

“Pada tahun 2019 dilakukan seleksi PPPK terutama bagi tenaga honorer eks THK-II memenuhi syarat dan yang dinyatakan lulus 51.293 orang,” terangnya.

Sebelumnya, DPR mengusulkan pengangkatan tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non PNS, dan tenaga kontrak yang bekerja terus-menerus dan diangkat berdasarkan surat keputusan dikeluarkan sampai dengan tanggal 15 januari 2014 menjadi PNS secara langsung. (wb)



MEDSOS WOWBABEL