Produksi dan Distribusi Timah Indonesia Terganggu, Dunia Kekurangan Stok

Tim_Wow    •    Selasa, 19 Januari 2021 | 15:37 WIB
Ekonomi
Caption: Balok Timah. (dok/wb)
Caption: Balok Timah. (dok/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Asosiasi Timah Internasional (ITA) mendapat laporan kekurangan stok di pasar timah dunia akibat rantai produksi dan distribusi timah di dua produsen terbesar China dan Indonesia mulai terganggu. Bahkan produksi timah dari Indonesia berkurang setelah tahun lalu harga timah dunia anjlok.

 “Selain sebagai konsumen timah terbesar dunia, Cina sebagai pemasok logam terbesar diikuti Indonesia. Dari laporan, kedua negara ini mengalami masalah logistik dalam rantai pasokan mereka untuk produksi dan distribusi timah,” tulis  James Willoughby analisis pasar  Internatoinal Tin Association (ITA) yang dikutip dari The Edge, Senin (18/1/2021).

Bahkan dari laporan yang diterima oleh ITA Indonesia sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia pada tahun 2020 menghentikan produksinya karena harga timah anjlok hingga di level 13.735 USD per metrik ton dampak dari Covid-19. ITA memperkirakan kekurangan pasokan timah pada tahun 2020 di LME mencapai 5.200 ton.

Memasuki Januari 2021, ITA memperkirakan stok timah yang tersimpan di gudang milik pasar timah London Metal Exchange (LME) sekitar 1.660 ton dengan  930 ton sudah dipesan oleh para pembeli. 

Para pembeli timah dari Amerika Serikat sebagaimana dikutip dari Metal Bulletin mengatakan  jika konsumen timah untuk produsen peralatan elektronik harus menunggu hingga Maret 2021 mendapatkan pasokan timah.

Stok timah relatif banyak dimiliki oleh pasar Shanghai Metal Exchange (SME) hingga pekan kedua Januari dengan 5.500 ton. Hanya saja Cina sebagai produsen timah terbesar,  negara itu  juga sebagai konsumen timah terbesar. Tahun lalu  mengimpor timah mencapai 120.000 metrik ton. 

Kekurangan pasokan timah di awal 2021 ini telah mendorong harga timah dunia mencapai 21.000 USD per metrik ton. Diperkirakan harga ini akan menembus 23.000 USD per metrik ton. 

Bahkan tidak menutup kemungkinan harga timah dunia mencapai rekor tertinggi 25.000 USD per metrik ton seperti terjadi pada tahun 2013 karena kebutuhan akan timah semakin tinggi setelah para ilmuwan dari Korea Selatan menemukan timah dapat digunakan dalam baterai natrium  dengan kinerja energi yang lebih baik dan mirip dengan baterai lithium.  (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL