Kasus Covid-19 Meningkat, Ikhwan: Disiplin Harga Mati

Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi.(ist)
Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi.(ist)

MANGGAR,www.wobabel.com -- Meningkatnya kasus positif COVID-19 jadi perhatian khusus dari Satuan Tugas COVID-19 Kabupaten Belitung Timur. Berbagai kebijakan akan ditempuh untuk menekan angka kasus agar tidak terjadi lagi penambahan, mulai dari memberlakukan kembali Belajar Dari Rumah (BDR), membatasi izin keramaian hingga mempersiapkan jatah sembako bagi pasien isolasi mandiri di tingkat desa maupun kecamatan.

Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi mengatakan peningkatan kasus paling besar terjadi pada kluster perkebunan. Hingga saat ini setidaknya sudah kurang lebih 34 kasus positif COVID-19 dari kluster perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kelapa Kampit.

“Kita menyadari dengan adanya peningkatan kasus terutama terjadi di kluster perkebunan ini, membuat kepanikan di masyarakat. Untuk itu kita mengimbau agar masyarakat tidak panik dan dapat memahami kondisi ini,”  kata Ikhwan seusai memimpin rapat dengan anggota Satgas dan para Camat di ruang Kerja Sekda, Selasa (19/1/2021).  

Lebih lanjut diungkapnya, jika penambahan kasus terjadi karena kurang disiplinnya terutama pasien dugaan COVID-19 atau yang ditracking sebelumnya sudah diambil swab dan diperingatkan agar melakukan isolasi mandiri. Mengingat hampir semua kasus transmisi lokal.

“Dari tim sudah mengimbau agar pasien-pasien tanpa gejala atau memiliki gejala ringan melakukan isolasi mandiri. Mereka harus disiplin dulu, disiplin harga mati, karena pada fase-fase kalau mereka tidak disiplin kluster akan bertambah,” kata Ikhwan.

Selain menyiapkan ruangan isolasi untuk kasus COVID-19 dengan gejala sedang dan berat di RSUD Beltim, Satgas Kabupaten juga bekerjasama dengan tim di tingkat kecamatan dan desa untuk menyiapkan tempat isolasi khusus maupun membantu menyiapkan sembako dan bahan makanan bagi pasien isolasi mandiri.

Pihak Kecamatan dan desa diminta agar lebih memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat kewilayahan sampai ke RT untuk pemantauan isolasi mandiri dan penyampaian pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang isolasi mandiri dan pentingnya disiplin protkes

“Karena saat diisolasi ada kondisi dimana para pasien isolasi mandiri ini sulit diterima oleh masyarakat. Mereka juga tidak bisa bekerja atau tidak ada penghasilan. Sesuai dengan koordinasi kami, tim di kecamatan dan desa akan mengupayakan berkoordinasi data dan kemungkinan pemberian bantuan sembako untuk pasein isolasi mandiri ini,” ujar Ikhwan.

Selain itu, dengan semakin merebaknya kasus COVID-19, Ikhwan menyatakan Satgas sedang mengevaluasi terhadap pemberian izin keramaian. Meski begitu diakuinya hal ini sangat sensitif dan perlu pertimbangan-pertimbangan yang mendalam.

 “Pada pertemuan rapat evaluasi Satgas COVID-19 Kabupaten Beltim pada hari ini, kami akan menyampaikan ke pimpinan dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati untuk sama-sama dibahas di forum Forkopimda. Kita masih akan bahas masalah pemberian izin keramian ini dengan Forkopimda, namun yang jelas kita akan mengoptimalkan pengawasan satlinmas untuk memaksimalkan pengawasan protkes pada acara-acara hajatan dan lain-lain,” tukasnya.(@2!/Leen/Ts)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL