Update Covid-19 di Babel: 42 Pasien Dinyatakan Sembuh

Osa Dwipa wow    •    Rabu, 20 Januari 2021 | 14:27 WIB
Lokal
Tabel perkembangan jumlah kumulatif pasien terpapar covid-19 di Bangka Belitung.(ist)
Tabel perkembangan jumlah kumulatif pasien terpapar covid-19 di Bangka Belitung.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami kenaikan di angka 81,08%. Terdata, sebanyak 42 pasien selesai menjalani isolasi dan dinyatakan sehat dari Covid-19, Selasa (19/1/2021).

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno mengatakan dengan kesembuhan 42 pasien tersebut maka orang yang masih dalam perawatan dan penanganan mengalami penurunan, yakni 17,08%.

"Pasien sembuh di Kota Pangkalpinang bertambah 20 orang, Kabupaten Bangka bertambah 12 orang, Kabupaten Bangka Tengah bertambah satu orang, Kabupaten Bangka Selatan bertambah satu orang, Kabupaten Belitung bertambah tiga orang, dan Kabupaten Belitung Timur bertambah lima orang," ungkap pria akrab disapa ABP, Selasa (19/1/2021).

Sementara itu, ABP menyebutkan pasien Covid-19 di Babel terus bertambah. Terdata sebanyak 43 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Kota Pangkalpinang bertambah 21 orang, Kabupaten Bangka bertambah 12 orang, Kabupaten Bangka Tengah bertambah sembilan orang, dan Kabupaten Bangka Barat bertambah satu orang.

"Dalam seminggu terakhir orang yang terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 yaitu 482 orang. Kondisi tersebut menjadikan wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pekan ini berada dalam peta zona risiko oranye (risiko sedang--red). Dengan demikian jumlah keseluruhan kasus konfirmasi Covid-19 di Babel mencapai angka 3.584 orang," terangnya.

Lebih lanjut, Satgas Penanganan Covid-19 Babel mencatat satu pasien Covid-19 asal Kabupaten Bangka Barat dinyatakan meninggal dunia.

"Dengan demikian tingkat kematian orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Bangka Belitung bertambah menjadi berjumlah 66 orang atau berada di angka 1,84%," imbuhnya.

Ia menambahkan dalam tiga bulan terakhir kematian orang kategori probable dan terutama suspek Covid-19 mengalami peningkatan cukup signifikan. 

"Dan hal ini sudah pasti menjadi keprihatinan kita dan kondisinya bisa dibilang sangat mengkhawatirkan, karenanya sudah sepatutnya situasi ini menjadi perhatian kita sekaligus menegaskan bahwa Covid-19 nyata dan berisiko membawa kepada kematian, apalagi jika orang yang terkonfirmasi Covid-19 memiliki penyakit penyerta (komorbid--red)," tukasnya.(fiz/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL