TI Tungau Ditertibkan , PIP dan KIP Mulai Beraktivitas Dijaga Aparat

Aston    •    Kamis, 21 Januari 2021 | 20:26 WIB
Lokal
Caption: Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat. (as/wb)
Caption: Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat. (as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Pertambangan Timah TI Tungau di Perairan laut Sukadamai dan Nelayan Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  tak lagi beraktivitas setelah di razia aparat keamanan belum lama ini. Bahkan, hingga saat ini operasi penertiban oleh aparat gabungan yang di komandoi Polda Babel belum dihentikan. 

Namun, dalam tiga hari ini  penambangan biji Timah di perairan laut setempat kembali dilakukan. Hanya saja, kali ini menggunakan peralatan tambang Ponton Isap Produksi (PIP)  yang lebih besar atau yang lebih diikenal dengan TI Tower. Terlihat jumlah tambang  saat ini ditaksir lebih dari 100 unit tambang yang mulai beraktivitas.

Aktivitas penambangan ini nampaknya telah mendapat izin dari PT Timah selaku pemegang Izin Usaha Penambangan (IUP) di perairan setempat. Hal itu terlihat adanya kegiatan pengamanan oleh aparat gabungan TNI / POLRI dalam aktivitas penambangan tersebut. 

Terapantau ada beberapa titik pendirian posko pengamanan yang tersebar di pesisir pantai Laut Sukadamai. Setiap posko pengamanan terlihat ada aparat yang berjaga. 

Kapolda Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat memantau langsung pos pengamanan PIP, Kamis (21/1/2021) .

Irjen Pol Anang Syarif mengatakan, ada sebanyak 193 Personel gabungan TNI / Polri  yang ditempatkan di posko pengamanan guna mengamankan aktivitas penambangan Ponton Isap Produksi (PIP) di Perairan Laut Toboali tersebut.

"Pengamanan ini kita lakukan untuk unit yang sudah diberikan izin melakukan penambangan baik yang menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) maupun Ponton Isap Produksi (PIP) di IUP PT Timah," ujar Irjen Pol Anang Syarif Hidayat kepada awak media.

Ia menuturkan, selain bertujuan pengamanan PIP dan KIP, ratusan personil tersebut sekaligus difungsikan untuk mengawasi serta penertiban jika ada aktivitas penambangan ilegal di Perairan Laut Toboali baik di Kawasan Nelayan, Tanjung Batu, Ketapang dan juga di Sukadamai.

Dalam kesempatan itu ia sekaligus mengingatkan agar hasil produksi biji timah dari aktivitas penambangan PIP yang merupakan mitra PT Timah tidak digelapkan atau dijua ke pihak lain.

"Kita harapkan hasil tambang ini tidak kemana-mana, kalau emang ini milik PT Timah yang artinya milik negara harus kembali kepada PT Timah. Kita semua juga harus terbuka biar masyarakat tahu, media tahu dan semuanya tahu. Jika ada pihak yang menyimpang kita tidak akan ragu  melakukan penertiban," tukasnya. (as/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL