Angka Kematian Covid-19 di Bangka Belitung Mencapai 78 Kasus

Hafiz Wow    •    Senin, 25 Januari 2021 | 13:27 WIB
Lokal
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Andi Budi Prayitno.(dok)
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Andi Budi Prayitno.(dok)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pasien Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus bertambah. Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Minggu (24//01/2021) pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 75 kasus baru.

Hal ini disampaikan Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Andi Budi Prayitno dalam rilisnya. Wilayah sebaran 75 kasus baru, yakni Kota Pangkalpinang bertambah 26 orang, Kabupaten Bangka bertambah 13 orang, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) bertambah 31 orang, dan Kabupaten Bangka Barat (Babar) bertambah lima orang.

"Bertambahnya 75 orang dinyatakan positif Covid-19, dengan demikian kumulatif kasus konfirmasi di Babel mencapai 3.990 kasus," kata pria yang akrab disapa ABP, Minggu (24/12/2020).

Lebih lanjut, ABP menyampaikan tingkat pulih atau bebas dari Covid-19 di Provinsi Babel mengalami sedikit penurunan, yakni 83,13%. Tercatat, sebanyak 47 pasien dinyatakan sembuh dan selesai isolasi Covid-19. Dengan demikian, pasien yang masih atau sedang dalam perawatan dan penanganan saat ini yakni 14,91%.

Sementara itu, ia menyebutkan dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Babel hari ini dinyatakan meninggal dunia. Dengan meninggalnya satu pasien asal Kota Pangkalpinang dan satu pasien Covid-19 asal Kabupaten Bangka tersebut, maka berarti tingkat kematian orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi berjumlah 78 orang atau berada di angka 1,95%.

"Meningkatnya kematian orang terkonfirmasi Covid-19 dalam beberapa pekan ini tidak hanya menjadi keprihatinan kita, namun juga sudah sepatutnya menjadi perhatian sekaligus menegaskan bahwa Covid-19 nyata dan berisiko membawa kepada kematian, apalagi jika orang yang terkonfirmasi Covid-19 memiliki penyakit penyerta (komorbid--red)," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi berbagai anjuran tentang penerapan protokol kesehatan. Tidak hanya pada penerapan 3M, tetapi juga hal lainnya dalam penanganan Covid-19 termasuk dalam pemulasaran jenazah pasien yang dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19.

Ia menjelaskan, orang atau pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sampai dengan pemakaman menjadi tanggung jawab Satgas Covid-19 dan harus ditangani sesuai dengan Protokol Kesehatan. Hal ini dilakukan demi menghindari penularan yang lebih masif dan penyebaran virus kepada lebih banyak orang.

"Untuk itu Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel mengharapkan kepada masyarakat dan meminta pengertian kepada pihak keluarga pasien meninggal dunia akibat Covid-19 untuk mengikuti prosedur yang ada, sembari mengikhlaskan keluarga yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 demi keselamatan dan kebaikan bersama," pungkasnya.(fiz/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL