Omset Turun, Pengusaha Perhotelan Berharap Pemerintah Buka Kegiatan

Yayuk    •    Senin, 25 Januari 2021 | 16:00 WIB
Lokal
Caption: Assistant Director of Sales & Marketing Swiss BelHotel Pangkalpinang Puspa Dita Kasih. (yuk/wb)
Caption: Assistant Director of Sales & Marketing Swiss BelHotel Pangkalpinang Puspa Dita Kasih. (yuk/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir satu tahun ini, memberikan dampak signifikan bagi berbagai sektor usaha. Bisnis perhotelan salah satunya yang turut merasakan dampak. 

Assistant Director of Sales & Marketing Swiss BelHotel Pangkalpinang Puspa Dita Kasih mengatakan, omset yang didapatkan tahun 2020 menurun, bahkan tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh perusahan hotel. 

"Omset tahun kemarin 2019 dibandingkan tahun 2020 turun dan yang pastinya tidak sampai target karena kondisi ini diluar perkiraan, ditambah lagi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini," Kata Dita , Senin (25/1/2021).

Diakuinya selama pandemi, pihaknya sempat mengalami kenaikan kunjungan karena rute penerbangan sudah di buka  namun kembali mengalami penurunan di akhir tahun ini.

"Sempat pertengah tahun kemarin ada kenaikanya tetapi semenjak ada antigen, PSBB di wilayah Jakarta, WFH di dinas-dinas akhir, dan kasus Covid-19 yang terus bertambah, akhir tahun kunjungan mulai berkurang saat ini," katanya.

Dengan dominasi kunjungan tamu dari luar daerah, Ia belum dapat memastikan tahun 2021 ini bisnis hotel bisa tumbuh berkembang lagi melihat covid-19 meningkat di Indonesia.

"Kondisi saat ini sulit diprediksi, dimana kebanyakan tamu kita dari luar, sehingga situasi ini tentunya berpengaruh, apalagi adanya PSBB dan covid-19 yang kian meningkat dan memasuki zona merah di  Pangkalpinang juga menjadi alasan pengunjung khawatir untuk datang berkunjung di Pangkalpinang," ungakpnya.

Lebih lanjut, dari sisi karyawan saat ini pihak hotel hanya mempekerjakan sesuai kebutuhan  yang diperlukan saja saat ini.

"Jadi karyawan yang bekerja saat ini sesuai dengan kebutuhan. Saat ini kami tergantung pemerintah, kalau diperbolehkan kegiatan-kegiatan dengan protokol kesehatan tentu biasa berpengaruh ke bisnis hotel juga.

Diakuinya,  selama beroperasi pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai standar operasional (SOP) yang telah diterapkan.

"Untuk protokol kita juga sudah punya sertifikat CHSE sesuai aturan dan dari dulu kita juga sudah menerapkan protokol kesehatan yang sudah ada dari hotelnya,"ungkapnya."

Dita berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir agar aktivitas bisa kembali berjalan dengan normal lagi. (yuk/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL