Gegara Over Kredit Mobil Secara Ilegal, Dicky Mendekam di Penjara

Herdian wow    •    Selasa, 26 Januari 2021 | 19:39 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

KOBA, www.wowbabel.com -- Akibat tidak mau rugi banyak Dicky terpaksa harus mendekam di hotel prodeo. Ia dijatuhi pidana selama 8 bulan kurungan dan denda sebesar Rp 3 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang dalam sidang pembacaan putusan, Kamis (17/12/2020) silam.

Dicky telah terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana pemberi fidusia dengan mengalihkan benda yang menjadi obyek jaminan fidusia tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia.

Branch Manager PT JACCS Mitra Pinastika Mustika Finance Indonesia, Anthony Gultom mengimbau kepada masyarakat agar tak mudah tergiur dan selalu berhati-hati jika ada orang yang menawarkan untuk mengalihkan benda (mobil--red) yang menjadi obyek jaminan fidusia tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak perusahaan finance.

"Ini pelajaran untuk kita semua jangan mengalihkan atau menggadaikan benda yang menjadi obyek jaminan fidusia tanpa persetujuan resmi dari perusahaan karena akibatnya akan berurusan dengan pihak yang berwajib," ungkap Gultom, Selasa (26/1/2021).

Lebih lanjut diungkapkan Gultom, Dicky dilaporkan pihaknya ke aparat penegak hukum karena telah melanggar pasal 23 ayat (2), yaitu pemberi fidusia yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek jaminan fidusia yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000, lima puluh juta rupiah.

Sementara itu Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pangkalpinang, Abdul Aziz didampingi JPU, Tommy membenarkan jaksa telah melakukan eksekusi terhadap Dicky ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pangkalpinang pada pekan lalu.

"Kita sudah eksekusi terpidana Dicky seminggu yang lalu. Dia putusnya penjara selama delapan bulan, membayar denda Rp 3 juta dan subsider satu bulan," terang Abdul Aziz.

Perbuatan terdakwa Dicky bermula saat Dicky melakukan akad kredit terhadap 1 (satu) unit mobil Honda Brio warna putih tahun 2018 Nopol BN 1 442 PG melalui PT JACCS MPM Finance dengan perjanjian syarat-syarat umum perjanjian pembiayaan No.8672018103000257.

Uang DP 20 persen sebesar Rp 46.850.000  dari nilai OTR Rp 187.400.000. Dengan jangka waktu pembiayaan selama 60 (enam puluh) bulan dan angsuran perbula sebesar Rp 3.772.000. Angsuran dimulai pada tanggal 25 Juni 2018 sampai dengan tanggal 25 Juni 2023.

Jumlah uang yang cair dari pembiayaan tersebut melalui PT JACCS MPM Finance Pangkalpinang pada tanggal 28 Juni 2018 sebesar Rp. 137.600.000 dan telah dibayarkan ke Dealer Honda Niaga Jalan Koba Pangkalpinang. Dalam akad kredit ini telah diterbitkan sertifikat Fidusia oleh Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Ham RI Wilayah Kepulauan Bangka Belitung Nomor: W7.00034784.AH.05.01 Tahun 2018 tanggal 03 Juli 2018 dan Akta Jaminan Fidusia nomor: 230 oleh notaris Erpinka Aprini S.H. Mkn.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL