Ini Penyebab Tingginya Angka Golput di Tempilang

Chairul Aprizal    •    Selasa, 26 Januari 2021 | 23:25 WIB
Pilkada
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

MUNTOK,www.wowbabe.com -- Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat Pardi mengungkapkan daerah yang paling banyak Golput dan tidak menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Bangka Barat 2020 adalah Kecamatan Tempilang. 

pada Pilkada tahun 2020 Kabupaten Bangka Barat ini saat jumpa pers bersama awak media di Katiga Muntok, Selasa, (26/01/2021).

Pardi menyebutkan secara umum tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Bangka Barat 2020 adalah 74,4% sedangkan angka golput atau partisipasi terendah ada di Kecamatan Tempilang.

"Itu sejumlah 68 persen atau sekitar 32 persen yang tidak datang ke TPS dengan berbagai alasan tentunya," ungkap Pardi saat jumpa pers dengan awak media, Selasa (26/1/2021).

Sedangkan untuk partisipasi pemilih yang tertinggi datang ke TPS untuk memilih berada di Kecamatan Jebus sekitar 78 persen. 

"Artinya kalau kita negasikan berarti tingkat golputnya itu sekitar 22 persen jadi ini kalau kita mau memetakan," tukas Pardi. 

Komisioner KPU Kabupaten Bangka Yulizar menyebutkan tingkat golput di Bangka Barat sangat kecil meski masih ada yang apatis dan berbagai faktor pengaruh lainnya.

"Kemudian faktor lain memang mereka ini ada di seluruh kecamatan. Contohnya ketika kita sosialisasi, coklit ke masyarakat, masyarakat malah menolak ternyata ketika kita tanyakan rupanya mereka kecewa dengan BLT sehingga tidak mau dijanji-janjikan," tutur Yulizar. 

Ditambahkan Yulizar, faktor pengaruh golput seperti di Desa Sangku Bubung Tujuh pernah KPU Bangka Barat ditolak oleh satu keluarga karena kecewa dengan janji BLT sehingga tidak mau didata.(rul/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL