Permintaan Timah Industri Elektornik dan Kendaraan Listrik Meningkat, Harga Bisa Tembus US$ 25.000

Tim_Wow    •    Selasa, 26 Januari 2021 | 15:18 WIB
Ekonomi
Caption: Balok Timah. (dok/wb)
Caption: Balok Timah. (dok/wb)

LONDON, www.wowbabel.com -- Harga timah dunia Senin (25/1/2021) naik hingga US$ 22.600 perton. Inilah  kenaikan harga timah level tertinggi sejak 2014. Kekurangan pasokan logam timah dipasar dunia pemicu kenaikan harga ini. Sedangkan permintaan timah untuk memenuhi berbagai industri terus meningkat.

Agar stok timah dunia kembali terpenuhi para analis pasar timah menyarnkan agar harga timah menembus US$ 25.000 per ton. Setelah itu harga akan terkonsolidasi kembali.

"Ada ketidaksesuaian antara penawaran dan permintaan, kekurangan pasokan akan terus berlanjut," kata analis independen Robin Bhar dikutip dari Reunters.

Kebutuhan akan logam timah yang digunakan sebagai solder dalam komponen perangkat elektronik telah mendorong harga naik selama 12 minggu berturut-turut. Harga timah sempat terpuruk di US$ 13.500 per ton pada  Maret 2020, perlahan naik kembali.

Di pasar timah dunia London Metal Exchange (LME)  permintaan timah membengkak sementara  stok di gudang bursa mendekati rekor terendah. LME mencatat timah naik 2,1% menjadi  US$ 22.430 per ton pada penutupan harga  Senin (25/1/2021) setelah harga mencapai  US$ 22.600 pada pagi harinya.

“Harga sekitar  US$ 25.000 per ton untuk mendorong pasokan dan memenuhi permintaan yang akan meningkat bagi industri infrastruktur internet, elektronik, tenaga terbarukan dan kendaraan listrik,” katanya.

Asosiasi Timah Internasional (ITA)  kebutuhan pasar timah timah sekitar 350.000 ton per tahun. Pada tahun 2021 kebutuhan timah mengalami defisit sekitar 2.700 ton setelah tahun 2020 pasar kekurangan 5.200 ton.

Awal tahun ini persediaan timah di gudang LME turun menjadi 1.045 ton dari ketersedian 5.000 ton di bulan Oktober. Sedangkan persediaan di gudang yang terdaftar di Shanghai Futures Exchange (SHFE)  mencapai 5.084 ton meningkat dari sekitar 3.000 ton di bulan Oktober namun mulai turun minggu lalu.

Untuk diketahui, pasar tujuan ekspor timah Indonesia yang dikuasai PT Timah Tbk antara lain Singapura, Korea, China, Amerika Serikat, India, dan beberapa negara di Benua Eropa seperti, Jerman, Luksemburg, Swiss, dan Belanda. Singapura masih menjadi tujuan utama ekspor timah Indonesia yang sebagain besar diproduksi dari Provinsi Bangka Belitung.

PT Timah Tbk (TINS) sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia dalam rencana tahun 2021 mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar kurang lebih Rp 1,9 triliun. Jumlah ini naik dari alokasi capex tahun lalu yang hanya Rp1,5 triliun untuk digunakan biaya investasi di TINS dan anak perusahaan dengan persentase 94% berbanding 6%.

Adapun produksi logam ditargetkan sekitar 50.000 ton, dengan penjualan sekitar 92% dari produksi. Angka produksi ini seiring dengan pertumbuhan konsumsi logam timah dunia pada tahun 2021 yang diprediksi naik 3,6%, menjadi sebesar 353.900 ton dari sebelumnya sebesar 341.650 ton pada tahun 2020. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL