Musda BPD Hipmi Babel Sempat Diwarnai Aksi Walk Out

Muri_Wow    •    Kamis, 28 Januari 2021 | 05:52 WIB
Lokal
Acara Musda ke-VII BPD Hipmi Bangka Belitung di Sol Marina Hotel Pangkalanbaru, Rabu (27/1/2021).(mur/wb)
Acara Musda ke-VII BPD Hipmi Bangka Belitung di Sol Marina Hotel Pangkalanbaru, Rabu (27/1/2021).(mur/wb)

PANGKALANBARU,www.wowbabel.com -- Musyawarah Daerah Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Musda BPD Hipmi) Bangka Belitung, Rabu (27/1/2021) di Soll Marina Hotel Pangkalan Baru kabupaten Bangka Tengah, diwarnai aksi walk out (wo). 

Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi kabupaten Bangka menilai proses Musda berjalan tidak sehat.

"Dengan berat hati, kami dari BPC Hipmi Kabupaten Bangka memutuskan walk out," tandas Adi Putra, juru bicara peserta Musda dari BPC Hipmi Bangka. 

Menurutnya, proses pencalonan dua orang kandidat Ketua Umum BPD Hipmi Babel periode 2020-2023 kental settingan. 

"Dua orang ini adalah kader terbaik, makanya kami melakukan lobi ke salah satu calon. Namun, hasil lobi ternyata diluar dugaan kami. Mengerucut ke salah satu nama. Inikan sudah disetting,  ada settingan terselubung untuk memenangkan salah satu calon. Itu yang membuat kami kecewa," lanjutnya. 

Aksi walk out BPC Hipmi Bangka sendiri berlangsung sebelum proses pemilihan (pemungutan suara) Ketua Umum, sekitar pukul 20.00 WIB.

Ketua BPC Hipmi Kabupaten Bangka, M. Ridho Rezaldi mengatakan walk out sudah melalui hasil musyawarah dan diskusi di tingkatan pengurus. 

"Kami akhirnya WO, hasil kesepakatan pengurus BPC Bangka. Karena melihat jalannya proses pemilihan kandidat yang menurut kami tidak baik bagi jalannya sebuah organisasi," ungkap Ridho melalui sambungan telepon.

"Untuk memilih seorang pemimpin tentu saja harus mengedepankan sikap yang sportif. Kan ada dua orang kandidat, Leo dan Iqbal, tapi setelah melalui lobi yang cukup alot dan paparan kedua orang kandidat, ternyata maunya mereka ke satu orang saja yang jadi. Kan gak fair. Dan saya bertanggung jawab atas aksi WO BPC Hipmi Bangka malam ini, ini keputusan politik kami, sikap kami. Semoga semua pihak, para peserta Musda dapat memaklumi keputusan kami," Imbuhnya. 

Ridho meminta Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi melakukan evaluasi atas proses Musda kali ini. 

"Kami meminta BPP melakukan evaluasi Musda ke-VII Babel. Karena menurut kami ada kejanggalan. Selain itu, kan seharusnya sebelum proses pemilihan, ada agenda sidang komisi. Tapi ini tidak dilalui, justru dilewati, langsung ke tahapan pemilihan," tuturnya.

Pantauan di lapangan aksi walk out BPC Hipmi Bangka sendiri sempat menimbulkan keributan kecil di luar area Musda. Sesaat usai peserta BPC Hipmi Bangka meninggalkan ruangan Musda, beberapa orang mendatangi mereka di luar ballroom hotel, dan sempat terjadi cekcok mulut. Beruntung hal ini cepat diatasi oleh para senior Hipmi yang ada di lokasi.

Musda VII BPD Hipmi Babel sendiri dilaksanakan dengan agenda penyampaian LPJ kepengurusan periode 2017-2020 dibawah komando Raden Indra Sandy, pembahasan program kerja, dan memilih Ketua Umum periode 2020-2023. Musda dihadiri 7 pengurus BPC se-Babel dimana masing-masing BPC mengirimkan 4 orang peserta yang memiliki hak suara dan beberapa peninjau. (*)




MEDSOS WOWBABEL