Nasib Atlet Tinju Bangka Barat Diujung Tanduk

Caption: Mantan petinju yang sekarang menjadi veteran pelatih tinju di Kabupaten Bangka Barat, Irwan Ismain. (rul/wb)
Caption: Mantan petinju yang sekarang menjadi veteran pelatih tinju di Kabupaten Bangka Barat, Irwan Ismain. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Mantan petinju yang sekarang menjadi veteran pelatih tinju di Kabupaten Bangka Barat, Irwan Ismain mencurahkan kegelisahannya terkait nasib masa depan olahraga tinju di Bangka Barat. Saat ini dirasakan masih banyak kekurangan dan perlu perbaikan serta dukungan sarana prasarana.

Lelaki yang kerap disapa Irwan Leoisa ini mengungkapkan dirinya sudah menjadi pelatih untuk para atlet tinju Bangka Barat sejak tahun 1990 sebelum Kabupaten Bangka Barat dimekarkan.

"Saya sudah sejak sekitar dari tahun 90, dari dulu memang petinju Bangka Barat hanya ada enam sampai tujuh orang dan memang tidak harus banyak," cerita Irwan, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya, banyak tantangan yang dihadapinya menjadi pelatih para petinju di Kabupaten Bangka Barat. Namun juga menyisakan haru kebanggaan setiap kali berhasil memberikan prestasi saat para petinjunya bisa meraih medali emas.

"Ring latihan tempat atlet kita latihan dari dulu sampai sekarang di GOR Muntok, kejuaraan demi kejuaraan sudah cukup banyak kami lalui dengan semampu kami," ucapnya.

Beberapa kejuaraan yang pernah diikuti para atlet diantaranya tahun 2003 di Sungailiat, saat itu atlet Bangka Barat masih bergabung dengan tim Bangka. Lalu Porprov tahun 2006 di Belitung, Porprov Bateng 2018, Porprov tahun 2010 di Toboali.

"Kita pernah dapat medali emas satu, saya dan filarosa salah satu atlet Bangka Barat yang ikut melatih. Saat Kejurda di Pangkalpinang tahun 2017 kita juga pernah mendapat empat medali emas, dan sampai sekarang saya tetap ingin memberikan yang terbaik kepada tinju Bangka Barat," ungkapnya.

Irwan Leoisa mengakui bahwa saat ini tempat berlatih perlu perhatian pemerintah dan pihak-pihak yang peduli terhadap dunia olahraga terkhusus tinju Bangka Barat.

"Kekurangan banyak sebenarnya tidak mesti muluk cukup mencukupi kebutuhan latihan seperti tas, samsak kita sudah rusak , cuman terlepas dari itu samsak, sarung tinju, matras, ring sudah buruk mau perbaiki ini tidak ada atapnya ring ini," tuturnya.

Irwan mengakui, motivasi para atlet sedikit turun meskipun memiliki bakat dan potensi, lantaran kurangnya event yang dapat memacu semangat, dan juga sarana prasarana.

"Atlet ada tapi mereka ini latihannya juga tidak bisa rutin konsisten karena juga sambil bekerja, kadang sulit bagi waktu mungkin di sini karena menjadi atlet tinju belum dapat memastikan kesejahteraan mereka juga," ucap Irwan.

Dirinya juga memiliki anak yang menjadi petinju kebanggaan Bangka Barat, Ilham Leoisa yang pernah menjatuhkan lawan dari Thailand kala itu bertanding membawa nama Indonesia, kini sekarang anaknya bertugas di Jakarta sebagai anggota TNI AU.

"Kendala lain saat ini memang merekrut atlet paling susah faktornya orang yang bergabung disitu orang yang bekerja jadi tidak bisa rutin dan fokus. tidak perlu banyak atlet, sedikit saja sudah cukup yang penting konsisten dan memang hobi dengan itu," tutupnya. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL