Nelayan Bakit Ungkap Adanya Dugaan Oknum Perangkat Desa Minta Fee dari Aktivitas TI Apung Liar

Yayuk    •    Kamis, 28 Januari 2021 | 19:38 WIB
Lokal
Nelayan Desa Bakit saat menghadiri RDP di Gedung DPRD Bangka Barat.(rul/wb)
Nelayan Desa Bakit saat menghadiri RDP di Gedung DPRD Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Seorang nelayan Desa Bakit mengungkapkan adanya dugaan Pj Kades Bakit membuat surat edaran pungutan untuk aktivitas Ti apung liar di Perairan Teluk Kelabat Dalam, usai acara audiensi di DPRD Kabupaten Bangka Barat, Kamis (28/01/2021).

Hendri membenarkan adanya dugaan surat edaran yang dimuat oleh Pj Kades Bakit yang meminta pungutan kontribusi ratusan ponton TI apung liar itu kepada pemerintah desa.

"Ya itu memang ada benar itu betul,  itu memang ada suratnya ada edaran dimana-mana sudah banyak yang tahu," ungkap Hendri.

Hendri tidak tahu persis isinya yang jelas dalam surat edaran dari Pj Kades Bakit itu berisikan empat poin permintaan terkait fee dari hasil penambangan liar tersebut.

"Empat poin, poinnya itu saya kurang jelas itu, ada uang parkir, ada minta fee untuk hansip, ada minta fee untuk aparat desa, poin satunya saya kurang tahu," beber Hendri.

Hendri mengaku tidak mengetahui apakah memang fee tersebut untuk kontribusi buat desa karena rapat hal itu tidak melibatkan pihaknya dan disebutkan hanya 'orang dalam' saja.

"Enggak dapat, kita aja gak tahu gimana mau dapat (fee-red).Semenjak surat itu sudah beredar jadi TI apung itu seolah dianggap bebas gitu, dari daerah lain dari Cupat, Penganak, Jebu, jadi pada semua masuk ke sana," tuturnya.

Ditegaskan Hendri, meskipun diberikan komisi kepada nelayan, pihaknya selaku nelayan tetap menolak adanya aktivitas tersebut.(rul/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL