Ratusan Ponton TI Apung Liar Beroperasi di Teluk Kelabat, Nelayan Minta Segera Ditertibkan

Chairul Aprizal    •    Kamis, 28 Januari 2021 | 17:09 WIB
Lokal
Puluhan warga dan nelayan Desa Bakit Kecamtan Parittiga menghadiri RDP di Gedung DPRD Bangka Barat.(rul/wb)
Puluhan warga dan nelayan Desa Bakit Kecamtan Parittiga menghadiri RDP di Gedung DPRD Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com – Puluhan warga dan nelayan Desa Bakit Kecamatan Parittiga, Bangka Barat ikut menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang difasilitasi DPRD Bangka Barat, Kamis (28/1/2021).

RDP tersebut digelar untuk mendengarkan aspirasi warga dan nelayan Desa Bakit resah dengan kehadiran Tambang Inkonvensional (TI) apung yang beraktivitas di sekitar perairan Teluk Kelabat, Dusun Tanjung Ru.

Kehadiran warga dan nelayan ini diterima Wakil Ketua Komisi III DPRD Bangka Barat Drs Samsir dan Sekretaris Komisi III DPRD Bangka Barat Adi Sucipto Atmo di Gedung Paripurna DPRD Bangka Barat.

Salah satu korlap perwakilan nelayan Desa Bakit, Bambang menyampaikan sudah sekitar satu bulan ini perairan tersebut ditambang oleh sekitar 300 unit TI apung.

"Itu TI apung itu datang dari saudara-saudara kita yang di luar. Seluruhnya dari luar beroperasi di situ, tempat tangkapan nelayan itu di situ banyak terumbu karang,” ungkap Bambang yang mengaku sempat menjadi Kades Bakit.

Bambang menyebutkan aktivitas tambang liar tersebut dikoordinir oleh warga asal Belinyu yang diduga sebagai preman.

"Informasinya yang mengkordinir itu dapat setoran lima ratus ribu. Terlepas dari itu, yang jelas nelayan kita maunya daerah tangkapan mereka itu, apakah masuk di perairan Belinyu, apakah masuk di perairan Bangka Induk apakah Bangka Barat, karena disitu daerah tangkapan mereka, mereka maunya dibersihin dari TI apung tersebut," tegas Bambang.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE