Marudur Saragih, Dari Simpatisan Jadi Ketua DPRD Bangka Barat

Chairul Aprizal    •    Senin, 01 Februari 2021 | 15:07 WIB
Lokal
Caption: Marudur Saragih. (rul/wb)
Caption: Marudur Saragih. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Tak lama lagi Marudur Saragih bakal menjadi Ketua DPRD Bangka Barat, perjalanannya menggapai jabatan ini penuh dengan cerita. Karir politik Marudur terbilang cepat. 

Pria kelahiran Januari 1971 di Desa Cupat Kecamatan Parittiga ini menceritakan, dirinya mengawali karir politik dengan  simpatisan hingga menjadi tokoh politik dari PDI Perjuangan di Kabupaten Bangka Barat.

Marudur mengenyam pendidikan awal di SD UPTB Desa Cupat, SMP Negeri Parittiga, dan melanjutkan pendidikan di SMAK Dago di Bandung. Lalu mengenyam bangku kuliah  di STIE Bandung jurusan Ekonomi.

"Berkarir beberapa tahun di sana dan tahun 2003 saya kembali ke daerah mulai beberapa usaha bersama keluarga pada saat itu," ujar Marudur, Senin (1/2/2021).

Ia menekuni beberapa usaha di bidang pertanian dan perkebunan dan beberapa usaha lainnya. 

"Tapi pada tahun 2004 itu saya bergabung bersama PDI Perjuangan sebagai Ketua Ranting di Desa Cupat, sebelumnya saya simpatisan PDI Perjuangan beberapa kali mengikuti kegiatan-kegiatan tapi belum menjadi kader," jelasnya.

Setelah itu, di tahun 2009 dirinya menjadi Sekretaris Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Parittiga dan di Tahun 2013 Pemilihan Legislatif, untuk pertama kalinya  Ia mencalonkan diri di Dapil 2 DPRD Kabupaten Bangka Barat dan pada saat itu terpilih mewakili Parittiga dan Jebus. 

Marudur kemudian kembali terpilih untuk periode kedua di Tahun 2019 dari dapil yang sama hingga hari ini sebagai Anggota DPRD Komisi I menjabat sebagai Ketua Bapemperda sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

"Sekarang sebagai Bendahara Cabang PDI Perjuangan Bangka Barat. Motivasi saya terjun ke dunia politik yang pertama ketika saya kembali ke daerah begitu banyak yang saya lihat perkembangan pembangunannya sangat lambat pada saat itu," ungkapnya.

Hal yang menyebabkan dirinya terdorong untuk berpolitik adalah ketika melihat daerah kelahirannya yang memiliki potensi tapi tidak terlihat pembangunannya.

"Salah satunya pada saat itu kita sering kumpul dan bercerita dengan kawan kawan bagaimana kita bisa membangun desa kita pada saat itu," ucapnya

Marudur mengakui dirinya adalah seseorang yang ditunjuk dan didorong kawan-kawannya agar mencalonkan diri pada Pemilihan Legislatif agar dapat mewakili suara warga sekitar.

Marudur menikmati sekali banyak kritikan dan pujian dalam kehidupannya untuk terus memperbaiki diri.

"Khusus bagi kami yang dipilih oleh masyarakat tentu masyarakat menginginkan sesuatu hal, karena mereka telah memilih kami maka ada suatu harapan dari mereka supaya kami juga dapat memberikan kontribusi buat mereka," ujarnya.

Ia mengakui, menjadi Anggota DPRD merupakan suatu anugerah, tapi yang terpenting kehadirannya dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat baik dari pemikiran-pemikirannya, tujuannya, dan akhirnya dapat membantu untuk pembangunan daerah.

"Sampai saat ini saya masih fokus di legislatif karena baru periode kedua dan sayapun pada saat ini masih banyak belajarlah," tuturnya. (rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL