Terkendala Anggaran Pemulangan PSK, Penutupan Lokalisasi di Pangkalpinang Tertunda

Hendri Dede PKP    •    Rabu, 03 Februari 2021 | 11:51 WIB
Lokal
Caption: Penertiban di Lokalisasi Teluk Bayur. (dok/wb)
Caption: Penertiban di Lokalisasi Teluk Bayur. (dok/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Pangkalpinang memastikan pengosongan dua tempat lokalisasi tetap akan dilakukan setelah adanya status kejelasan pasca penertiban dari Dinas Sosial. 

Hal itu diungkapkan Plt Kasat Satpol-PP Kota Pangkalpinang, Efran, lantaran hingga kini diketahui dua lokalisasi yaitu Teluk Bayur dan Parit 6 masih juga beroperasi.

"Sebenernya konfirmasi ke dinas sosial, kalau Satpol-PP tinggal eksekusi. SP3 sudah selesai, kalau prosedur di Satpol-PP sudah selesai semua," ujarnya, Rabu (3/2/2021).

"Yang dimaksudkan di sini kenapa, karena pasca setelah dilakukan pengosongan para penghuni itu harus kita kembalikan," jelas Efran. 

Adapun sejauh ini, menurut Efran, proses penertiban sementara saat ini hanya terkendala pada penggunaan anggaran saja untuk pemulangan para penghuni lokalisasi ke daerah masing-masing.

"Kendalanya pada anggaran belum bisa digunakan yang ada di Dinas Sosial," tukasnya.

"Jika anggaran sudah bisa digunakan Dinas Sosial, nanti  dinsos punya kewenangan mengembalikan ke daerah masing-masing. Jadi bukan hanya kita melakukan pengosongan tetapi pasca nya tidak kita pikiran," tukasnya. 

Efran mengaku, Pemkot Pangkalpinang tetap berkomitmen untuk melakukan pengosongan tempat prostitusi itu sebagimana keputusan yang telah ditetapkan. 

"Intinya komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk pengosongan sebagaimana yang telah dikeluarkan SK Walikota Pangkalpinang tetap kita laksanakan," katanya.

"Kalau untuk target kapan, kalau Dinas Sosial siap, ya kita kosongkan. Dua lokasi, Teluk Bayur dan Parit 6. (Tidak untuk cafe di Pasir Padi-red) Kalau berdasarkan SK cuma dua, Teluk Bayur dan Parit Enam," pungkasnya. (hdd/wb)



MEDSOS WOWBABEL