818 Tenaga Kesehatan Bateng Sudah Disuntik Vaksin Sinovac

Herdian wow    •    Jumat, 05 Februari 2021 | 22:17 WIB
Lokal
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Bahrun SS.(her/wb)
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Bahrun SS.(her/wb)

KOBA, www.wowbabel.com -- Sebanyak 818 orang tenaga kesehatan (nakes--red) di Kabupaten Bangka Tengah telah paksinasi Covid-19. Sedangkan ditunda 40 orang dan batal paksinasi Covid-19 sebanyak 23 orang.

Hasil tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah sampai Jumat (5/2/2021).

Berikut ini merupakan jumlah tenaga kesehatan yang telah paksin di Kabupaten Bangka Tengah.

RSUD Bangka Tengah : Sebanyak 256 orang yang telah paksin, 16 orang ditunda paksin dan 0 batal paksin.

RS. Siloam Bangka Tengah : Sebanyak 121 orang yang telah paksin, sebanyak 2 orang ditunda vaksin, 0 batal paksin.

Puskesmas Koba : Sebanyak 118 telah paksin dan ditunda 1 dan 0 batal paksin. 

Puskesmas Lubuk Besar : 44 telah paksin dan 0 tenaga kesehatan ditunda melakukan vaksinasi, serta sebanyak 3 orang batal paksin.

Puskesmas Namang : 33 orang telah paksin, ditunda sebanyak 2 orang dan 0 yang batal.

Puskesmas Perlang : Sebanyak 31 orang telah paksin, 5 tenaga kesehatan ditunda dan 0 batal paksin.

Puskesmas Lampur: Sebanyak 29 orang tenaga medis telah paksin, ditunda 0, dan yang batal paksin 2 orang.

Puskesmas Simpang Katis: 35 orang telah paksin, 1 ditunda dan 5 orang dibatalkan.

Puskesmas Pangkalan Baru : 64 tenaga kesehatan telah paksin, 0 tenaga kesehatan ditunda vaksin dan 0 dibatalkan.

Puskesmas Benteng : 32 tenaga kesehatan telah paksin sedangkan 5 orang ditunda vaksin dan 7 orang dibatalkan.

Puskesmas Sungai Selan: Sebanyak 55 orang telah paksin dan yang ditunda 8 orang sedangkan yang dibatal vaksin 6.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Bahrun mengatakan target tenaga kesehatan di Kabupaten Bangka Tengah yang akan paksin sebanyak 1.372.

"Kami menargetkan sebanyak 1.372 tenaga kesehatan yang akan paksin," ucapnya.

Bahrun juga mengungkapkan yang gagal paksin maupun ditunda dikarenakan kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

"Batal paksin karena kondisi kesehatan tenaga kesehatan tidak memungkinkan seperti darah tinggi, diabetes militus, penyakit jantung dan lainnya," ungkapnya. 

Ia berharap, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan bisa menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangka Tengah.

Ia menambahkan, setelah tenaga kesehatan kemudian TNI, Polri serta pelayan publik lainnya yang bakal paksin.(her/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL