Hasil Swab Pasien Baru Keluar Satu Bulan, Arnadi Kritisi Kinerja Pemerintah

Peresmian Laboratorium Biomolekuler di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kesehatan Kota Pangkalpinang.(hen/wb)
Peresmian Laboratorium Biomolekuler di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kesehatan Kota Pangkalpinang.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com --  Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi menyoroti soal lambatnya waktu tunggu hasil tes swab dan peningkatan jumlah kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang, akhir-akhir ini.

Total pasien aktif terkonfirmasi Covid-19 per tanggal 6 Februari 2021 di Kota Pangkalpinang untuk yang dirawat maupun sedang menjalani karantina, diketahui kini mencapai 618 orang dengan total akumulasi berjumlah 2.070 kasus.

Sedangkan soal lamanya waktu tunggu hasil uji swab tersebut, Arnadi mengatakan lantaran pihaknya sering mendapatkan keluhan atau laporan dari masyarakat. 

Berdasarkan informasi dan dari beberapa penambahan kasus yang ada, ujar Arnadi, untuk hasil uji sampel swab tersebut dimana baru dapat diketahui dengan memerlukan waktu berminggu-minggu dan bahkan hampir mendekati 1 bulan.

"Karena kami mendapatkan informasi dari masyarakat banyak yang bergejala maupun tidak tetapi kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif dan di swab PCR, ada yang hasilnya baru keluar berminggu-minggu, bahkan mendekati sebulan," ungkapnya, Minggu (7/2/2021).

"Kami memaklumi karena awalnya pemeriksaan hanya ada di Labkesda Propinsi. Artinya semua sampel swab harus antre di Labkesda propinsi. Kami pikir untuk sekarang tidak boleh terulang lagi, karena kita sudah punya alat dan lab sendiri," tegas Arnadi.

Arnadi menyebutkan bahwa pada sebelumnya, pihaknya juga telah mengkomunikasikan perihal aktivasi lab tersebut. Sehingga dengan kondisi seperti saat ini, pemerintah kota harus memanfaatkan semua potensi yang ada dalam hal 3T dan termasuk keberadaan lab tersebut.

"Kemudian pemerintah harus menjelaskan kepada masyarakat mengapa hasil swab PCR lambat keluar agar tidak muncul dugaan dugaan negatif terhadap kinerja Dinas Kesehatan kota Pangkalpinang," tandasnya.

Sementara itu, untuk penambahan kasus baru terkonfirmasi Covid-19 di Kota Pangkalpinang, pihaknya meminta agar pemerintah kota untuk terus meningkatkan pelaksanaan tracking, tracing dan treatment.

"Penambahan kasus Covid-19 di Pangkalpinang beberapa minggu terakhir cukup mengkhawatirkan kita semua. Kami setiap hari memantau di Facebook Diskominfo PGK. Setiap hari peningkatannya cukup lumayan," ujar Arnadi. 

Peningkatan angka signifikan itu, dijelaskannya Arnadi, misalnya akhir-akhir ini pada 1 Februari 2021 terpantau ada sebanyak 53 orang pasien yang terkonfirmasi Covid-19. 

Lalu, pada 2 Februari terdapat sebanyak 35 orang, dan 3 Februari ada sebanyak 17 orang. Kemudian pada 4 Februari ada 35 orang dan pada tanggal 5-6 Febuari ada penambahan sebanyak 125 orang. 

"Artinya potensi penularan Covid 19 masih sangat tinggi. Oleh sebab itu kita minta pemerintah kota untuk terus meningkatkan tracking, tracing dan testing. Sehingga dapat segera mengurangi dan memutus rantai penularannya," tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Masagus Hakim, saat dikonfirmasi perihal aktivasi maupun kendala penggunaan Laboratorium Biomolekuler di UPTD, menjelaskan hal tersebut tinggal menunggu user id dari Kementerian Kesehatan.

"Saat ini labkesda, Senin Insya Allah sudah bisa memeriksa sampel tinggal menunggu user id dari kemenkes," ujar Hakim singkat.(hen/wb) 




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL