Kontroversi Penggunaan Jilbab: Tendensius terhadap Syariat?

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 09 Februari 2021 | 14:15 WIB
Opini
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

Oleh Andriyani Kusuma Dayanti (Aktivis Muslimah Belitung)


Baru-baru ini pada bulan Januari 2021 lalu, terjadi kontorversi terhadap penggunaan jilbab di salah satu sekolah yaitu SMKN 2 Padang. 

Jakarta, CNN Indonesia – kementrian pendidikan dan kebudayaan menyatakan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada SMKN 2 Padang, Sumatera Barat, yang memaksa seorang siswi beragama Kristen mengenakan jilbab. Hal itu disebabkan karena siswi tersebut menolak untuk menggunakan jilbab hingga pada akhirnya terjadi pertemuan antara sekolah dengan wali kelas siswi yang bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. 

Video siaran langsung pada akun media Elianu Hua yang berisi percakapan antara wali murid dengan perwakilan SMKN 2 Padang mendadak viral. Merespon kejadian ini, Direktur Jendral Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah tidak ada kewajiban model pakaian kekhususan agama tertentu menjadi pakaian seragam sekolah. 

“Dinas Pendidikan harus memastikan kepala sekolah, guru, pendidik, dan tenaga pendidik untuk memenuhi Permendikbud no.45 tahun 2014,” kata Wikan. 

Berdasarkan Permendikbud tersebut dinyatakan bahwa tidak ada peraturan khusus tentang model pakaian di sekolah negeri, terutama mengarah pada penggunaan seragam jilbab bagi agama Islam dan selain Islam.

Kasus-kasus intoleran seperti ini sudah sangat sering terjadi yang beranggapan bahwa adanya pendiskriminasian yang dilakukan oleh kelompok mayoritas. Sebelum kasus di SMKN 2 Padang terjadi, pada tahun 2014 kasus serupa terjadi pada sekolah-sekolah di Bali yang melarang penggunaan jilbab bagi siswi muslim, namun kasus ini tidak begitu viral sehingga banyak yang tidak menyadari bahkan tidak tahu mengenai kasus tersebut. Viralnya video percakapan tersebut sontak trending topik dan menjadi isu nasional sehingga mendapat respon langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dengan mengatakan bahwa sekolah sama sekali tidak boleh membuat peraturan atau himbauan kepada peserta didik untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah. Apalagi jika tidak sesuai dengan agama atau kepercayaan peseera didik yang berpedoman pada Peraturan Undang-undang pasal 55 UU 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia. 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL