Kejati Babel Tetapkan Empat Tersangka Baru di Kasus Korupsi BRI

Firman    •    Rabu, 10 Februari 2021 | 23:24 WIB
Lokal
Asintel Kejati Babel Johnny William Pardede didampingi Kasipenkum Basuki Raharjo, dan Kasidik Himawan saat jumpa pers di media center Kejati Bangka Belitung, Rabu (10/2/2021). (Ist)
Asintel Kejati Babel Johnny William Pardede didampingi Kasipenkum Basuki Raharjo, dan Kasidik Himawan saat jumpa pers di media center Kejati Bangka Belitung, Rabu (10/2/2021). (Ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) kembali menetapkan empat orang tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit 47 debitur pada Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir.

Menurut Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Babel, Johnny William Pardede, keempat tersangka baru tersebut, yakni berinisial JA, GH, AHP dan ATN, 

"Empat orang yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak tipikor pemberian fasilitas kredit 47 debitur, diantaranya JA berdasarkan print-106/L. 9/FD. 1/02/2001, GH berdasarkan print-105/L.9/FD. 1/02/2021, AHP berdasarkan print-107/L.9/FD. 1/02/2021, dan ATN berdasarkan print-104/L.9/FD. 1/02/2021," kata Asintel Kejati Babel Johnny William Pardede didampingi Kasipenkum Basuki Raharjo, dan Kasidik Himawan saat jumpa pers di media center Kejati Bangka Belitung, Rabu (10/2/2021).

Selain itu ia menyampaikan, dari keempat orang tersebut memiliki peran masing-masing.

"Para tersangka ini memilki peran berbeda-beda, yaitu JA bekerjasama dengan Sugianto alias Aloy untuk menerbitkan SHM bagi para calon debitur, GH yang menerbitkan cover note dalam setiap pencairan kredit, sedangkan AHP sebagai pemutus kredit untuk para debitur di cabang BRI Pangkalpinang dan ATN sebagai pemutus kredit dan pemerkasa kredit pada debitur Kantor Cabang Pembantu Depati Amir dan Kantor Cabang Pangkalpinang," jelasnya.

Ditambahkan Johnny dari keempat tersangka saat ini masih belum ditahan lantaran menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. 

"Proses tetap ada, dalam proses pemeriksaan lagi, saksi, pemeriksaan tersangka, mungkin ada lagi penyitaan, penggeledahan, dan tahapan-tahapan harus kita lalui," urainya.

Ditegaskan Johnny, para tersangka akan disangkakan dengan pasal primair, Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Para tersangka juga dipersangkakan pasal subsidair telah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP," tegas Jhonny.(fn/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL