Banyak Warga Terpapar Corona, Desa Bencah Diberlakukan PPKM

Aston    •    Jumat, 12 Februari 2021 | 15:23 WIB
Nasional
Suasana lenggang di Desa Bencah Kecamatan Airgegas saat mulai diterapkan PPKM oleh Satgas Covid-19 Bangka Selatan.(as/wb)
Suasana lenggang di Desa Bencah Kecamatan Airgegas saat mulai diterapkan PPKM oleh Satgas Covid-19 Bangka Selatan.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bangka Selatan akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala kecil (Mikro) di Desa Bencah, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan. 

Kebijakan tersebut diberlakukan mengingat warga desa setempat banyak yang terpapar Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Bangka Selatan, Supriyadi mengungkapkan, angka kasus Covid 19 di Desa Bencah sudah mencapai 40 kasus dimana 1 orang meninggal dunia, 2 orang sembuh dan 37 orang masih menjalani perawatan medis dan dilakukan karantina.

"Data dari Puskesmas Airgegas yang menangani kasus Covid-19 di Desa Bencah, 14 orang dikarantina di Gedung Diklat Bangka Selatan, 9 orang di tempat karantina Desa Bencah, 14 orang Isolasi mandiri, 2 orang sembuh dan 1 orang meninggal," ungkap Supriyadi, Jumat (12/2/2021).

"Melihat kondisi itu maka di Desa Bencah akan segera diberlakukan PPKM mini, kita akan segera berkoordinasi dengan Satgas Covid 19 Provinsi dan juga pemdes setempat," kata dia.

Dijelaskan Supriyadi, pembatasan kegiatan masyrakat berskala kecil akan diterapkan di titik dimana warga banyak terpapar Covid-19. 

"Misalnya di RW A yang banyak terdapat kasus maka hanya di RW itu yang akan diberlakukan PPKM mikronya. Jika kasusnya acak nantinya akan kita lokalisir di lokasi yang paling banyak kasus," jelasnya

Lebih lanjut dijelaskan Supriyadi, masyarakat dilarang keluar masuk lokasi yang diterapkan PPKM.

"Jadi orang yang ada di lokasi yang diterapkan PPKM mikro tidak boleh lagi keluar masuk dan kegiatannya juga dibatasi, jadi tidak seluruh wilayah di desa itu yang kita terapkan, cukup di titik yang parah saja, tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tak meluas di desa itu," tuturnya.

Ia menambahkan, karantina di desa tersebut akan diberlakukan selayaknya tempat karantina di kabupaten dengan bantuan tenaga medis dari puskesmas terdekat.

"Nanti Pak Kadesnya komunikasi sama kita apa saja yang dibutuhkan sehingga penanganannya bisa menggunakan dana desa dan dibantu dana kabupaten," tukasnya.(as/wb) 




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL