Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung Tunjukan Tren Meningkat

Firman    •    Jumat, 12 Februari 2021 | 13:28 WIB
Ekonomi
Kepala Bank Indonesia Bangka Belitung, Tantan Heroika.(dok)
Kepala Bank Indonesia Bangka Belitung, Tantan Heroika.(dok)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pemulihan ekonomi Bangka Belitung terus berlanjut hingga triwulan IV 2020, bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bangka Belitung mengalami kontraksi sebesar 1,04% (yoy).

Dengan pertumbuhan tersebut, menunjukkan arah yang membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 4,37% (yoy).

Hal itu disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bangka Belitung, melalui rillis yang diterima Wowbabel.com, Kamis (11/2/2021).

Dalam rilis tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bangka Belitung mengatakan, dengan mulai meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha seiring dengan mulai terbiasanya masyarakat dengan implementasi protokol Covid-19. 

Kepala Bank Indonesia Bangka Belitung, Tantan Heroika mengungkapkan, sebagai bagian dari tatanan kehidupan baru, dan pemulihan pertumbuhan ekonomi global yang ditopang oleh pertumbuhan perekonomian Tiongkok dan Amerika Serikat turut mendorong peningkatan volume perdagangan global dan harga komoditas strategis Bangka Belitung.

"Perbaikan ekonomi di Bangka Belitung pada triwulan ini didorong oleh membaiknya kinerja konsumsi rumah tangga meskipun masih terkontraksi sebesar 1,85% (yoy)," kata Tantan.

Dikatakan Tantan, setelah pada triwulan sebelumnya terkontraksi lebih dalam sebesar 2,17% (yoy) dan ini didorong oleh stimulus fiskal pemerintah berupa realisasi penyaluran bantuan sosial sebagai bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Dalam perbaikan kegiatan dunia usaha, dan adanya perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, maka kegiatan investasi masih terkontraksi sebesar 6,53% (yoy), namun lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 8,20% (yoy)," terangnya.

Sementara itu realisasi proyek strategis pemerintah dan masih berlangsungnya investasi bangunan oleh swasta sebagai bentuk optimisme pemulihan ekonomi menjadi faktor pendorong kinerja investasi.

"Untuk ekspor luar negeri tercatat tumbuh melambat sebesar 1,49% (yoy), dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,24% (yoy)," urainya.

"Sedangkan pelaku usaha smelter masih menjaga jumlah stok logam timah di pasar global untuk mendorong peningkatan harga komoditas," sambung Tantan.

Tidak hanya itu Tantan menambahkan, hal ini tercermin dari peningkatan harga logam timah pada Februari 2021 sebesar 23.123 USD/MTon atau tumbuh 17,63% (ytd), dan konsumsi pemerintah juga tercatat terkontraksi sebesar 3,43% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi triwulan sebelumnya sebesar 1,71% (yoy).

"Ini sejalan dengan realokasi anggaran Pemerintah Daerah untuk penanganan Covid-19. Namun jika dibandingkan dengan nilai belanja Pemerintah Daerah triwulan sebelumnya (qtq), konsumsi pemerintah mengalami peningkatan dan mencerminkan optimalisasi upaya pemerintah untuk memberikan stimulus pemulihan ekonomi Bangka Belitung," tukas Tantan.(ril/fn) 



MEDSOS WOWBABEL