Kasus Dugaan Korupsi BRI, Kejati Bangka Belitung Tetapkan 10 Tersangka

Firman    •    Selasa, 16 Februari 2021 | 17:47 WIB
Lokal
Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Basuki Raharjo.(fn/wb)
Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Basuki Raharjo.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Basuki Raharjo mengatakan, saat ini pihaknya sudah menetapkan 10 tersangka, dalam kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pemberian fasilitas kredit 47 debitur pada Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir.

"Ada 10 orang yang sudah ditetapkan penyidik sebagai tersangka dalam kasus itu," ungkap Kasipenkum Kejati Bangka Belitung, Basuki Raharjo, Selasa (16/2/2021) di ruang kerjanya.

Basuki menambahkan, dari 10 tersangka yang telah ditetapkan tersebut, tidak menutup kemungkinan bakal ada penambahan tersangka lagi.

"Penyidik masih melakukan pengembangan, dan mungkin dalam pengembangan nanti tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru," terangnya.

Basuki juga menyebutkan, kerugian negara dalam kasus korupsi tindak pidana tersebut sebesar Rp 40.500.000.000.

"Kerugian negara sebesar Rp 40.500.000.000, dan yang sudah dipulihkan hitungannya oleh penyidik ada sekitar Rp 23.000.000.000," terang Basuki Raharjo.

Sebelumnya pada Rabu (10/2/2021) lalu Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung telah menetapkan empat orang tersangka baru dalam kasus ini.

Menurut Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Bangka Belitung, Johnny William Pardede, keempat tersangka baru tersebut, yakni berinisial JA, GH, AHP dan ATN, 

"Empat orang yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak tipikor pemberian fasilitas kredit 47 debitur, diantaranya JA berdasarkan print-106/L. 9/FD. 1/02/2001, GH berdasarkan print-105/L.9/FD. 1/02/2021, AHP berdasarkan print-107/L.9/FD. 1/02/2021, dan ATN berdasarkan print-104/L.9/FD. 1/02/2021," kata Asintel Kejati Babel Johnny William Pardede didampingi Kasipenkum Basuki Raharjo, dan Kasidik Himawan saat jumpa pers di media center Kejati Bangka Belitung, Rabu (10/2/2021) lalu.

Selain itu ia menyampaikan, dari keempat orang tersebut memiliki peran masing-masing.

"Para tersangka ini memilki peran berbeda-beda, yaitu JA bekerjasama dengan Sugianto alias Aloy untuk menerbitkan SHM bagi para calon debitur, GH yang menerbitkan cover note dalam setiap pencairan kredit, sedangkan AHP sebagai pemutus kredit untuk para debitur di cabang BRI Pangkalpinang dan ATN sebagai pemutus kredit dan pemerkasa kredit pada debitur Kantor Cabang Pembantu Depati Amir dan Kantor Cabang Pangkalpinang,"  tukasnya.(fn/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL