KI Sadai Dapat Jatah Dua Tower Rusun Pekerja

Tim_Wow    •    Selasa, 16 Februari 2021 | 17:39 WIB
Ekonomi
Caption: Kawasan Industri Sadai
Caption: Kawasan Industri Sadai

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pemerintah mendukung penuh pembangunan Kawasan Industri (KI) yang masuk dalam Proyek Stratgesi Nasional maupun KI  dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) di Indonesia 2020-2024. Salah satu dukungan infrastruktur dari pemerintah yakni  pengadaan perumahan bagi pekerja di KI.

Rencana pembangunan rumah susun (rusun) bagai pekerja di KI, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia mengundang pengelola KI di Indonesia pembahasan tentang  pembangunan rusun bagi pekerja industri dan potensi penggunaan aspal button di KI. Dari 10 pengelola KI masuk dalam RPJM yang diundang termasuk KI Sadai, Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung.

“Pembangunan rusun bagi pekerja industri sebagai dukungan pemerintah terhadap pengembangan KI  yang berdaya saing. KI Sadai bersama KI lainnya di Indonesia diundang untuk membahas rencana pembangunan rusun bagi pekerja industri oleh Dirjen Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin,” kata Dedi Bastian, Dirktur PT Ration Bangka Abadi (RBA) Pengelola KI Sadai ketika dikonfirmasi, Selasa (16/2/2021).

Dalam rencana Kemenperin, pembangunan rusun pekerja industri sesuai dengan kebutuhan di masing-masing KI. Untuk KI Sadai direncanakan mendapat dua tower dan 250 unit kebutuhan fasilitas perumahan pekerja industri.

“Kita baru saja mengikuti rapat di Kemenperin melalui virtual, dalam usulan  Kemenperin untuk KI Sadai ada dua tower dan 250 unit fasilitas perumahan pekerja. Nantinya usulan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” jelas Dedi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Kementerian PUPR pada tahun ini akan membangun 10 tower, yang diperuntukkan untuk para pekerja di KI Batang. Rumah Susun Pekerja akan selesai tahun ini ini juga.

Menteri PUPR  Basuki H dalam beberapa kesempatan mengingatkan untuk memenuhi material pembangunan infrastruktur di KI, pihaknya tidak memperbolehkan penggunaan material impor. 

Pembangunan seperti, aspal, lampu-lampu penerangan jalan, dan lainnya, diminta untuk diambil dari lokal. Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal. Sehingga dapat mengurangi beban masyarakat yang saat ini terdampak pandemi. (wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL