Sejumlah Remaja dan Penjual Arak Diciduk Polisi

Firman    •    Minggu, 21 Februari 2021 | 19:17 WIB
Lokal
Tujuh orang remaja terjaring razia kegiatan rutin yang ditingkatkan dan Operasi Yustisi yang digelar Polres Pangkalpinang, Minggu (21/2/2021) dinihari.(ist)
Tujuh orang remaja terjaring razia kegiatan rutin yang ditingkatkan dan Operasi Yustisi yang digelar Polres Pangkalpinang, Minggu (21/2/2021) dinihari.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Tujuh orang remaja terjaring razia kegiatan rutin yang ditingkatkan dan Operasi Yustisi yang digelar Polres Pangkalpinang, Minggu (21/2/2021) dinihari.

Sebagian remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama ini diciduk saat nongkrong sambil menenggak arak di kawasan Terminal Kampung Keramat, Kota Pangkalpinang. 

Ketika dihampiri aparat kepolisian, para remaja ini sempat mengaku tidak minum arak dan hanya nongkrong saja. 

"Itu punya kawan yang beli Rp 10 ribu per bungkus kami beli di kawasan Kampung Bintang,"  ungkap TY (14) yang masih duduk di kelas 2 SMP ini. 

Namun setelah dilakukan interogasi, TY akhirnya mengaku arak tersebut dibeli di sebuah warung kawasan Kelurahan Bintang, Kota Pangkalpinang. 

Polisi bergerak cepat mendatangi warung penjual arak, selain mengamankan penjual dengan barang bukti sembilan bungkus arak juga turut diamankan tiga orang yang sedang minum arak di depan warung tersebut. 

Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Johan Wahyudi, mengatakan pihaknya rutin melakukan kegiatan KRYD dan Operasi Yustisi dalam pencegahan penyebaran COVID-19, serta menjaga Kamtibmas di Pangkalpinang. 

"Hampir setiap malam kami melakukan KRYD dan Operasi Yustisi, tadi malam kami mendatangi tempat yang biasa menjadi tongkrongan anak muda dan kami mendapati remaja di bawah umur dan orang dewasa sedang mengkonsumsi arak," ungkap Kabag Ops, Minggu (21/2/2021) 

Ditambahkan Johan Wahyudi, remaja yang terciduk didata dan diberikan surat pernyataan serta memanggil orang tuanya. 

"Sedangkan untuk penjual arak dilakukan proses lebih lanjut dan diancam tindak pidana ringan atau tipiring," tukas Johan Wahyudi.(fn/wb) 




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL