Harga Timah Mendekati 27.000 Dolar AS, Pimpin Kenaikan Harga Logam Dunia

Tim_Wow    •    Senin, 22 Februari 2021 | 17:41 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Kenaikan harga timah sekaligus menempatkan komuditas logam ini memimpin kenaikan harga di pasar logam dunia. Sejak dibuka penjualan Senin (22/2/2021) pagi, harga timah melonjak 26.855 dolar AS per ton atau naik 3,6 persen pada penutupan pekan lalu. 

Kenaikan harga timah lebih tinggi di pasar logam Shanghai Futures Exchange (SHFE) yakni 6,12 persen lebih tinggi yaitu 192.770 yuan per metrik ton. Optimisme terhadap perbaikan ekonomi global dengan sejumlah kebijakan di bidang kesehatan dan ekonomi sebagai pendorong naiknya harga komuditas di pasar dunia.

“Bantuan program vaksin yang sedang diluncurkan oleh banyak negara untuk mendukung pemulihan ekonomi, bersama dengan paket stimulus akan mulai membantu sektor  ekonomi riil menjadi  penarik yang kuat naikknya harga loga,” tulis William Adams analis Fastmarkets dikutip dari metalbulletin.com, Senin (22/2/2021).

Dalam catatan fastmarkets, harga logam dasar untuk kontrak tiga bulan di LME naik rata-rata 1,3 persen yang dipimpin oleh kenaikan 3 persen dari  timah (US$ 26,855 per ton), diikuti oleh kenaikan tembaga 2,4 persen (US$ 9,155 per ton).

Sedangkan kontrak logam dasar yang paling banyak diperdagangkan di SHFE naik dengan rata-rata 4,1 persen, sekali lagi dipimpin oleh kenaikan 8,7 persen dari  timah Apri, diikuti oleh kenaikan 6 persen  dari tembaga.

“Fakta bahwa semua logam dasar terus naik pagi ini sebagai gambaran bahwa pandangan kami  pasar terfokus pada pemulihan Covid-19. Kenaikan ini juga didukung oleh elektrifikasi jangka panjang yang mendasarinya,” tulis William.

Untuk informasi, timah dari Indonesia sebagian besar dipasok dari Provinsi Kepulauan Bangka Bleitung. Januari hingga Desember 2020, peran timah terhadap ekspor Provinsi Kepulauan Babel sebesar 82,66 persen dan nontimah 17,34 persen. Singapura menjadi negara tujuan utama ekspor timah dari Bangka Belitung.

Sekitar 16,44 persen ekspor timah pada Januari-Desember 2020 dikirim ke Negeri Singa Putih ini. Jika dibanding Januari-Desember 2019, ekspor timah ke Singapura pada tahun 2020 turun sekitar 69,67 persen. Selanjutnya, India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Amerika Serikat berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah pada Januari-Desember 2020. Peran keempat negara berkisar antara 10,68 persen hingga 14,99 persen. Lima negara utama tujuan ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berperan sebesar 68,82 persen.

Indonesia terutama Bangka Belitung pemasok timah terbesar kedua di dunia. Kontribusinya sekitar 25 persen dari total produksi global 300.000 ton per tahun. (*)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL