Memasuki Februari 2021, Ekspor Timah Babel Mulai Meningkat

Firman    •    Senin, 22 Februari 2021 | 17:10 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung mencatat sebanyak 15 perusahaan yang melakukan ekspor timah dari Bangka Belitung selama Februari 2021. 

“Untuk jumlah perusahaan yang melakukan ekspor di bulan yang sama pada tahun sebelumnya  dari tahun 2020 ke tahun 2021 ada peningkatan,” kata Sunardi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung, Senin (22/2/2021). 

Untuk kegiatan ekspor timah, kata Sunardi, pihaknya mengikuti syarat dan ketentuan yang sudah diatur dalam Permendag RI No 53/2018 Tentang Perubahan Atas Permendag RI No. 3 M-DAG/PER/5/2015 tentang perubahan atas Permendag RI No 44/M-DAG/PER/7/2014 Tentang ketentuan Ekspor Timah. 

Sedangkan negara tujuan ekspor timah Bangka Belitung pada Februari 2021 yaitu, Singapura, Malaysia, Korea, India, Jepang, USA, Nederland, Vietnam, Taiwan, RRC, Italia, Turki, Canada, Bulgaria, Spanyol, dan Luxembourg.

“Dinas Perdagangan sebagai fungsi menerima data dan laporan yang kami minta dari Kantor Bea Cukai dan dinas terkait lainnya. Data pastinya ada di lembaga tersebut. Silakan dikonfirmasi,” tukas Sunardi. 

Sebelumnya Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai ekspor timah dan nontimah pada Desember 2020 ke berbagai negara tujuan sebesar 138,9 juta dolar atau naik 74,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya 79,5 juta dolar.

“Peningkatan ekspor Desember tahun lalu, karena naiknya ekspor timah 49,40 persen dan nontimah 300,92 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami di Pangkalpinang dalam siaran persnya awal februari lalu.

Ia mengatakan selama Januari hingga Desember 2020, peran timah terhadap ekspor Provinsi Kepulauan Babel sebesar 82,66 persen dan nontimah 17,34 persen. Singapura masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah.

Sekitar 16,44 persen ekspor timah pada Januari-Desember 2020 dikirim ke Negeri Singa Putih ini. Jika dibanding Januari-Desember 2019, ekspor timah ke Singapura pada tahun 2020 turun sekitar 69,67 persen.

Selanjutnya, India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Amerika Serikat berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah pada Januari-Desember 2020. Peran keempat negara berkisar antara 10,68 persen hingga 14,99 persen. Lima negara utama tujuan ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berperan sebesar 68,82 persen.

Indonesia terutama Bangka Belitung pemasok timah terbesar kedua di dunia. Kontribusinya sekitar 25 persen dari total produksi global 300.000 ton per tahun.

Namun, permintaan ekspor timah Indonesia belum diimbangi dengan pasokan. Berdasarkan volume, laju pertumbuhan majemuk (CAGR) ekspor timah selama lima tahun mencapai -2,5 persen, merupakan yang terendah di antara empat logam utama lainnya. Logam utama yang dimaksud, antara lain alumunium sebesar 4,9 persen, tembaga 3,53 persen, dan nikel -2,3 persen.

Berdasarkan nilai, ekspor timah Indonesia mencapai 1,13 miliar dollar AS pada tahun 2020, turun 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga timah saat ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung perekonomian domestik Indonesia, karena komoditas timah dibutuhkan di supply chain global sebagai bahan dasar semikonduktor dan alat elektronik.(fn/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL