Produksi PT Timah Tbk Anjlok 40 Persen, Tahun Tersulit Produsen Timah Dunia

Tim_Wow    •    Senin, 22 Februari 2021 | 10:56 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Asosiasi Timah Internasional International Tin Association atau ITA mencatat tahun 2020 adalah tahun yang sulit bagi produsen timah dunia. Produksi timah dunia turun drastis. Dari 10 perusahaan produsen timah dunia, produksi PT Timah Tbk asal Indonesia yang paling anjlok.

“Tahun 2020 merupakan tahun yang sulit bagi produsen timah. Penyebaran virus Corona menyebabkan banyak negara melakukan tindakan penguncian sehingga menutup pabrik peleburan dan menghentikan produksi,” tulis siaran pers ITA pertengahan Februari 2021.

 ITA memperkirakan total produksi timah dunia tahun 2020 mencapai 327.200 ton atau  turun hampir delapan persen dibandingkan dengan tahun 2019 yang juga turun sekitar lima persen dari tahun 2018.

Dari daftar yang dikeluarkan ITA, tahun 2020 terdapat 10 besar perusahaan yang memproduksi 69 persen timah dunia. Dari 10 perusahaan ini produksi timah  turun 76 persen dari tahun 2019.

“Penurunan produksi ini disebabkan oleh penurunan produksi yang signifikan dari PT Timah. Perusahaan ini produksi berkurang lebih dari dua kali lipat pada 2019 setelah peraturan ekspor memaksa banyak pabrik peleburan swasta negara itu menghentikan operasinya,” ujar siaran pers itu.

Menurut laporan tahunan PT Timah, beberapa dari smelter ini disewakan kepada perusahaan swasta, sehingga kapasitasnya meningkat secara signifikan. Namun, banyak smelter swasta telah melanjutkan produksi, kemungkinan akan mengakhiri kesepakatan  dengan PT Timah.

Sedangkan di China, memulai produksi tahun ini dengan lambat karena virus Corona memengaruhi pasokan bahan mentah. Namun, dari 10 besar perusahaan produsen timah dunia, perusahaan asal China mampu mengatasi gangguan tersebut.

“Akibat perubahan yang terjadi di Indonesia, Yunnan Tin merebut kembali posisi teratas dalam daftar tersebut. Amerika Selatan secara signifikan terkena dampak virus Corona, dengan pabrik peleburan di Brasil, Peru, dan Bolivia ditutup rata-rata selama dua bulan pada awal tahun,” tulis ITA.

Penutupan produksi perusahaan EM Vinto (Bolivia) sehingga  keluar dari 10 besar produsen timah untuk pertama kalinya. Sedangkan produksi penuh dari pabrik pemrosesan ulang tailing B2 yang baru memungkinkan Minsur untuk menjaga produksi tetap stabil dari tahun ke tahun meskipun ada gangguan.

Menurut analisis ITA memasuki tahun 2021 produksi timah dunia akan kembali seperti produksi tahun 2019. Karena para produsen timah kembali melakukan aktivitas produksi dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk mengurangi penyebaran virus Corona.

“Sebagian besar pabrik peleburan sekarang memiliki tindakan pengamanan untuk mencegah Covid-19, jadi kami rasa tidak mungkin gelombang virus dapat mencegah produksi untuk periode yang signifikan. Oleh karena itu, kami memperkirakan produksi timah olahan pada tahun 2021 kembali ke level 2019 lalu,” (wb)

Produsen Timah Dunia tahun 2020

Yunnan Tin (China) 74.800 (-1,4%)

PT Timah Tbk (Indonesia) 45.700 (-40,2%)

Malaysia Smelting Corps (MSC) 22.400 (-7,8%)

Minsur (Peru) 19.600 (0,0%)

Yunnan Chengfeng (China) 16.500 (-13,6%)

Thaisarcho (Thailand) 11.300 (3,7%)

Guangxi China Tin (China) 10.100 (23.2%)

Jiangxi Ne Nanshan (China) 10.100 (40.3%)

Metallo (Belgia) 8.100 (-12,9%)

Gejiu xu-li (China) 7000 (-12,5%)

Sumber : ITA Februari 2021



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL