Kejati Babel Sidik Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit di PT BPRS Cabang Toboali

Firman    •    Selasa, 23 Februari 2021 | 18:15 WIB
Lokal
Pihak Kejati Bangka Belitung saat melakukan konferensi pers kepada awak media terhadap kasus dugaan korupsi di PT BPRS Cabang Toboali.(fn/wb)
Pihak Kejati Bangka Belitung saat melakukan konferensi pers kepada awak media terhadap kasus dugaan korupsi di PT BPRS Cabang Toboali.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pemberian pinjaman kepada nasabah PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Toboali, Bangka Selatan Tahun 2008/2009 naik ke tingkat penyidikan.

Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) menaiknya status kasus tersebut, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print : 152/L.9/FD.1/02/2021 Tanggal 23 Februari 2021.

Hal itu disampaikan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Babel, Johnny William Pardede didampingi Kasipenkum, Basuki Raharjo, dan Kasidik Himawan saat menggelar konfresi pers kepada sejumlah wartawan di ruang media center Kejati Babel, Selasa (23/2/2021) siang.

"Kasus dugaan tindak pidana korupsi PT BPRS Cabang Toboali ini terjadi di tahun 2008-2009, dan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print : 152/L.9/FD.1/02/2021 Tanggal 23 Februari 2021," kata Asisten Intelijen (Asintel) Johnny William Pardede.

Ia juga menyebutkan, kasus dugaan Tipikor ini atas pemberian pinjaman yang dilakukan PT BPRS itu berpotensi adanya kerugian negara sekitar Rp1,7 miliar. 

"Dugaan dalam modus kasus ini dengan bermain agunan yang dilakukan oleh oknum dari PT BPRS," ungkap Johnny.

Disampaikannya, pemberian fasilitas pinjaman ini diberikan kepada 22 debitur yang melanggar SOP PT BPRS, para debitur tersebut dibagi menjadi dua kelompok.

"Satu kelompok sebanyak tujuh debitur yang merupakan satu agunan untuk tujuh kredit, sedangkan kelompok kedua, sebanyak 15 itu dilaksanakan pemberian kredit tanpa diketahui oleh debitur," imbuhnya.

Johnny menerangkan pihaknya, saat ini belum menetapkan tersangka dari dugaan kasus tipikor tersebut. 

"Kita belum tetapkan tersangka, nanti ada serangkaian kegiatan penyidik untuk menetapkan tersangka berdasarkan alat bukti yang mencukupi," terangnya.(fn/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL