DPMPTSP Kota Pangkalpinang Keluarkan Izin Praktik Dokter Hewan

Caption:Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang kali pertama mengeluarkan surat izin praktik untuk dokter hewan di Pangkalpinang, Kamis (25/2/2021). (hdd/wb)
Caption:Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang kali pertama mengeluarkan surat izin praktik untuk dokter hewan di Pangkalpinang, Kamis (25/2/2021). (hdd/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang kali pertama mengeluarkan surat izin praktik untuk dokter hewan di Pangkalpinang.

"Ini merupakan bentuk pelayanan publik kami dalam rangka meningkatkan kinerja kami disini, dan akan berusaha lebih maksimal terkait seluruh SOP perizinan dengan mekanisme yang ada," ujar Kepala DPMPTSP Pangkalpinang, Yan Rizana, Kamis, (25/2/2021). 

Dikatakan Yan, pihaknya berkomitmen akan meningkatkan kinerja agar kedepannya akan lebih banyak lagi jenis perizinan yang dapat dikeluarkan oleh Pemkot Pangkalpinang. 

"Salah satu langkahnya kedepannya kami  juga akan ada program tandatangan elektronik untuk izin non komersial dulu. Rencananya minggu depan akan kita launching mudah-mudahan acara tersebut nanti dihadiri Wali Kota Pangkalpinang," tukasnya.

Sementara itu Dokter Hewan Praktisi Kota Pangkalpinang, drh. Yulia Fitriani, menyampaikan terimakasih kepada DPMPTSP Pangkalpinang maupun Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Bangka Belitung, yang telah mendukung dirinya. Sehingga SIP Dokter Hewan perdana di Pangkalpinang bisa terbit dengan melawati proses yang panjang.

"Alhamdulillah, SIP-nya sudah terbit dan diserahkan langsung oleh Kepala PTSP kepada saya hari ini"

Dijelaskannya, SIP Dokter Hewan adalah sebagai bentuk legalitas dokter hewan praktisi, termasuk dokter hewan pemerintah yang praktik di luar jam dinas dalam melaksanakan pelayanan jasa Medik Veteriner sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku dengan menjunjung tinggi kode etik profesi dokter hewan.

Dengan adanya legalitas ini, kata Yulia, nantinya tidak menimbulkan penyimpangan secara administrasi maupun secara hukum dan dapat diterima secara baik di tengah-tengah masyarakat.

"Adanya SIP ini saya merasa percaya diri dan tidak was-was menjalankan profesi sebagai dokter hewan praktisi" jelas dia.

"Semoga dengan legalitas ini Dokter Hewan Praktisi khususnya saya lebih bisa berkontribusi kepada pemerintah dan masyarakat, sesuai dengan motto dokter hewan," pungkasnya. (hdd/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL