Sejak Pagi Kakek Jahamit Nantikan BLT

Jahamit saat menerima BLT.(ist)
Jahamit saat menerima BLT.(ist)

GANTUNG, www.wowbabel.com -- Dengan sedikit langkah kaki tertatih, kakek Jahamit (79) datang ke Kantor Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung, Rabu (24/2/21). Sejak pukul 09.30 WIB, dia sudah duduk menanti untuk menerima pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Jahamit merupakan salah satu dari 226 warga Desa Batu Penyu yang akan mendapatkan BLT. Setiap bulan, ia dan warga yang sebelumnya sudah terpilih akan menerima Rp 300.000 selama satu tahun di 2021 ini.

Warga RT 1 RW 2 Dusun Batu Penyu itu menuturkan sangat senang dapat memperoleh kembali bantuan dari Pemerintah Desa. Tahun 2020 lalu, dia juga termasuk warga penerima manfaat BLT di Desa Batu Penyu.

“Perasaan aku se imang senang la, apalagi bukan hanya bulan ini tapi tiap bulan. Tahun kemarin sudah dapat juga bantuan,” ungkap Jahamit.

Bantuan itu menurutnya sangat dibutuhkannya, apalagi di usia senja ini, Jahamit mengaku sudah tak mampu lagi bekerja. Ditambah lagi kondisi kesehatan Mantan Karyawan PT Timah ini yang mulai sakit-sakitan.

 “Sudah tiga bulan ini tidak sehat. Jadi memang tidak ada kerja, paling nyabutin rumput,” beber Jahamit.

Jahamit yang saat ini tinggal bersama dengan anaknya berharap agar pemerintah dapat terus menyalurkan bantuan, terutama bagi warga yang sudah tidak mampu lagi bekerja dan benar-benar membutuhkan.  

Sementara itu Plh Bupati Beltim Ikhwan Fachrozi meminta agar desa-desa lain di Kabupaten Beltim dapat segera memproses pencairan dan membagikan BLT kepada warganya. Dia menargetkan minggu pertama Maret 2021 BLT tahap pertama sudah dapat diberikan.

 “Kalau secara prosedural sudah di tingkat desa, tinggal dicairkan. Tinggal mereka tentukan kapan mau dibagikannya,” kata Ikhwan.

Sekda Beltim itu juga berpesan kepada seluruh warga penerima manfaat BLT agar dapat membelanjakan sesuai dengan kebutuhan, apalagi di tengah kondisi ekonomi saat ini.

 “Kita tidak tahu kapan berakhirnya Corona, secara umum ekonomi kita belum pulih sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati penggunaan dana ini untuk belanja yang sesuai kebutuhan,” ujar Ikhwan.        

Dana Desa Alokasi 8 Persen Untuk Penanganan COVID

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur Ida Lismawati menyatakan Anggaran Dana Desa untuk 39 Desa di Kabupaten Beltim mencapai Rp 47.315.188.000. Dari jumlah tersebut 8 persennya harus digunakan untuk Penanganan COVID-19.

Ditemui usai acara Penyerahan BLT Perdana di Kantor Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung, Rabu (24/2/2021), Ida menyatakan kebijakan minimal 8 persen untuk penanganan COVID di tingkat desa tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Keuangan Nomor 2 Tahun 2021 dan Instruksi Kementerian Desa/Inmendesa Nomor 1 Tahun 2021.

 “Minimal 8 persen dari dana desa itu harus diperuntukkan untuk penanganan COVID 19. Penanganan COVID di tingkat desa merupakan prioritas,” kata Ida.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini Ida dan jajarannya akan segera melakukan peninjauan kembali terhadap APBDes untuk seluruh desa di Kabupaten Beltim. Dia khawatir masih ada desa yang sudah melakukan penyusunan APBDes namun anggaran penanganan COVID masih di bawah 8 persen.

 “Kita akan melakukan kembali peninjauan APBDesnya. Kami akan melihat ulang di perencanaannya. Kondisinya kan di desa-desa seperti yang saya sampaikan sebelumnya, ada penanganan COVID dari sumber yang berbeda,” ujar Ida.

Ida menyatakan setidaknya ada tiga prioritas penggunaan dana desa di tahun 2021 ini. Pertama untuk BLT, kedua Penanganan COVID, dan ketiga peningkatan perekonomian desa.

“Peningkatan Ekonomi Nasional (PEN) hingga ke tingkat Desa, namun kita akan fokus ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai mitra. 18 FGDes itu masuk ke dalam fokus ke peningkatan ekonomi masyarakat desa,” ungkap Ida. @2!




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL