Terkendala Lahan APL, TMMD Bangka Barat Belum Bisa Buka Jalan

Caption: Kegiatan Pra TMMD di Bangka Barat. (rul/wb)
Caption: Kegiatan Pra TMMD di Bangka Barat. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangka Barat Suharli menjelaskan bahwa pembukaan jalan memang sudah dijalankan lebih dulu pada Pra TMMD di Sepanjang Desa Air Limau sampai Pelabuhan Tanjung Ular.

"Sebenarnya untuk TMMD ini tanggal 2 sudah mulai melakukan pembukaan, tapi merekasudah melakukan pra TMMD," ucap Suharli,  Jumat (26/02/2021).

Suharli menjelaskan waktu pelaksanaan TMMD dari tanggal 2-31 Maret 2021, tapi TMMD lebih dulu dilaksanakan agar dapat selesai tepat pada saat penutupan TMMD nanti.

"Kendala kita ini dikawasan APL nya, APL ini kita harus melakukan ganti rugi, untuk melakukan ganti rugi itu kita harus ada kegiatan yang namanya penilai, penilai itu yang dari ini namanya itu apraisal," kata Suharli.

Menurutnya, untuk melakukan penilaian harga ganti rugi tersebut harus memiliki peta dan data nominatif dari BPN yang dilakukan oleh Satgas A dan Satgas B.

"Sampai sekarang itu mereka belum turun, kami melakukan pengadaan apraisalnya itu butuh menunggu data nominatif dari BPN. Menurut mereka ada yang kurang lengkap, kita harus melengkapi data itu dulu. Kita berharap tadinya kan bisa berjalan paralel," sambung Suharli.

Suharli berharap, sembari pihaknya melengkapi data yang dibutuhkan oleh BPN, pihak BPN bisa langsung turun melakukan peta dan data nominatif sehingga proses tetap berjalan beriringan tidak terhambat dan makan waktu di administrasi.

Suharli tadinya berharap pada pra TMMD ini, awal Maret nanti sudah selesai semua untuk proses penggantian tanam tumbuh, bangunan, dan tanah sehingga untuk dijalan APL sudah bisa dilakukan pembukaan.

"Masyarakat semua mendukung cuma mereka mau besarannya berapa, kita belum bisa menafsir besaran berapa itu melalui apraisal itu belum tahu karena yang BPN ini belum turun," ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan yang menjadi kendala di lahan APL lantaran belum bisa diproses ganti rugi dan pembukaan jalan.

"Kurang lengkap dari kita, katanya tanah Desa masyarakat Air Limau terkena jalan jadi tanah itu yang terkena jalan itu tidak diganti duit, tetapi biasanya diganti dengan tanah lagi tetapi itu harus ada persetujuan Gubernur," ungkapnya.

Suharli menyebutkan total pembukaan jalan dari Desa Air Limau sampai Pelabuhan Tanjung Ular sepanjang 13,3 KM yang termasuk kawasan APL sepanjang 6,3 KM selebihnya kawasan HP, dan saat ini yang hanya bisa dilakukan pembukaan oleh TMMD adalah kawasan HP. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL