Gubernur Bangka Belitung Berjanji Bantu Legalkan TI Tungau

Aston    •    Selasa, 02 Maret 2021 | 07:51 WIB
Lokal
Aktivitas penambangan pasir timah di perairan Sukadamai, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan beberapa waktu lalu.(dok)
Aktivitas penambangan pasir timah di perairan Sukadamai, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan beberapa waktu lalu.(dok)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Tuntutan masyarakat kecil yang menggantungkan mata pencarian di sektor pertambangan timah menggunakan TI Tungau dan berharap dilegalkan PT Timah Tbk,  ikut menjadi perhatian Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. 

Bahkan, Erzaldi  mengatakan ikut mendukung  dan telah berupaya mendorong pemerintah pusat agar melegalkan TI Tungau. 

"Sedang kita urus ke pusat, Insya Allah. Saya juga sudah menghubungi dan berkirim surat kepada dirjen," kata Erzaldi Rosman usai menghadiri sertijab Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Senin (1/3/2021). 

Permohonan tersebut kata Erzaldi,  mendapat respon positif. Saat ini sudah dalam proses kajian teknis. 

"Secara teknis dirjen minta gambaran teknis nya seperti apa agar pelaksanaan TI Tungau ini betul-betul mengedepankan keselamatan masyarakat. Dan Insya Allah akan saya bantu," tuturnya.

Sementara, pemerintah pusat dikabarkan telah memerintahkan lembaga penilaian PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) melakukan pengecekan  TI Tungau di Sukadamai Toboali Bangka Selatan pada Jumat (26/2/2021) yang lalu.

PT BKI  merupakan perusahaan BUMN yang mempunyai tugas dan kewenangan dalam hal klasifikasi untuk menilai aspek teknis. Nantinya hasil pengecekan dari BKI akan keluar rekomendasi apakah memenuhi unsur kelayakan atau sebaliknya.  

Komisi III DPRD Basel juga sempat menemui direksi PT Timah perihal perizinan TI Tungau khususnya di Perairan Sukadamai. 

"Aspirasi ini disampaikan ke kita, dan hari ini kita sampaikan kepada PT Timah apakah ada solusi untuk para penambang masyarakat kecil kita ini. Kalau memang bisa segera dibuat payung hukumnya agar masyarakat penambang kecil juga bisa menambang," kata ketua Komisi III H Surianto ketika melakukan pertemuan dengan jajaran direksi PT Timah di Pangkalpinang, Selasa (23/2/2021).

Ratusan Ponton TI Tungau yang melibatkan ribuan pekerja memang sempat melakukan penambangan di Perairan Laut Sukadamai beberapa waktu yang lalu, namun ditertibkan pihak keamanan lantaran terkendala legalitas.

" Kita selaku wakil rakyat berharap masyarakat kecil ikut diberikan kesempatan apalagi di tengah kondisi perekonomian saat ini," kata Politisi Golkar ini. 

Hanya saja ia menegaskan, nantinya PT Timah harus mengawasi ketat penambangan yang dilakukan masyarakat sesuai standar keamanan penambangan. Memperhatikan dampak lingkungan, serta  masyarakat  terdampak akibat adanya pertambangan.

"Semua harus diperhatikan dengan baik terutama masyarakat yang terdampak. Hasil produksi juga harus benar benar diawasi. Dan tadi kita juga menyampaikan beberapa hal lainnya, seperti kompensasi kepada masyarakat harus benar tepat sasarannya dan juga tanggungjawab CSR PT Timah agar benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan mengutamakan pendidikan dan kesehatan," imbuhnya.(as/wb) 




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL