Kasus Korupsi BRI, Kejati Bangka Belitung Kembali Tetapkan 10 Tersangka

Firman    •    Selasa, 02 Maret 2021 | 19:24 WIB
Nasional
Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) kembali menetapkan 10 tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi BRI, Selasa (2/3/2021).(fn/wb)
Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) kembali menetapkan 10 tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi BRI, Selasa (2/3/2021).(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) kembali menetapkan 10 tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi BRI, Selasa (2/3/2021).

Pemberian fasilitas kredit kepada 47 debitur, yang terjadi di Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir berlangsung sejak tahun 2017 hingga 2019.

"Penetapan 10 tersangka kali ini, memiliki peran sebagai debitur dari Kantor Cabang BRI Pangkalpinang dan Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir, dan mereka bekerjasama dengan Sugianto alias Aloy, yang terlebih dulu ditetapkan tersangka," ungkap Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Babel, Johnny William Pardede didampingi Kasi Penkum, Basuki Raharjo, dan Aspidsus, Ketut Winawa saat jumpa pers di ruang Media Center Kejati Babel, Selasa (2/3/2021).

Selain itu dijelaskannya, sepuluh tersangka baru tersebut, melakukan pinjaman kredit KMK tanpa didukung dengan kegiatan usaha yang jelas dan nilai agunan yang mencukupi.

"Dari ke 10 tersangka yang kembali ditetapkan, yakni, TS dengan nomor penetapan PRINT-183/L.9/Fd.1/03/2021, M nomor penetapan PRINT 184/L.9/Fd.1/03/2021, SB nomor penetapan PRINT-185/L Fd.1/03/2021, A nomor penetapan PRINT-186/L.9/Fd.1/03/2021, dan NA nomor penetapan PRINT-187/L.9/Fd.1/03/2021," ungkapnya.

"Kemudian tersangka yakni, SK nomor penetapan PRINT-188/L.9/Fd.1/03/2021, EI nomor penetapan PRINT-195/L.9/Fd.1/03/2021, SD nomor penetapan PRINT-196/L.9/Fd.1/03/2021, I nomor penetapan PRINT-197/L.9/Fd.1/03/2021, dan H nomor penetapan PRINT-198/L.9/Fd.1/03/2021," sambung Jhonny.

Ditambahkan Jhonny, ke 10 ini ditekankan dengan pasal primair Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP," tandasnya.

Ia juga menyebutkan, dalam kasus tindak pidana ini pihak penyidik terus mendalami adanya keterlibatan pihak-pihak lain.

Sebelumnya, Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) telah menempatkan 10 tersangka atas kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas Kredit kepada 47 debitur.(fn/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL