Warga Desa Tanjung Labu Serbu PT SNS, Kades: Mungkin Kesabaran Warga Sudah Habis

Sejumlah aparat keamanan bersiaga di kawasan PT SNS usai 'penyerbuan' yang dilakukan warga Desa Tanjung Labu.(ist)
Sejumlah aparat keamanan bersiaga di kawasan PT SNS usai 'penyerbuan' yang dilakukan warga Desa Tanjung Labu.(ist)

LEPONG,www.wowbabel.com --  Kepala Desa Tanjung Labu, Rusli membenarkan warganya ramai-ramai mendatangi perusahaan perkebunan sawit PT SNS, Rabu (3/3/2021). 

Ia mengatakan, masyarakat keberatan kegiatan perluasan lahan yang dilakukan PT SNS dalam beberapa hari terakhir. 

"Ya sekitar pukul sepuluh apa sebelas pagi tadi, hampir seluruh masyarakat datang ke lokasi PT SNS karena keberatan perluasan lahan yang dilakukan PT SNS," ungkap Rusli ketika dihubungi wowbabel.com. 

Pemerintah desa, kata Rusli, sudah berupaya melakukan mediasi dengan pihak perusahaan akan permintaan masyrakat agar pihak perusahaan tidak lagi melakukan perluasan areal perkebunan di Desa Tanjung Labu, namun disayangkan pihak perusahaan tetap melakukan perluasan lahan.

"Dulu sudah ada kesepakatan tidak ada lagi perluasan, tapi beberapa hari ini pihak perusahaan melakukan perluasan lagi. Bulan kemarin juga sempat perluasan tapi sempat berhenti sesudah kami datangi, tapi beberapa hari ini aktivitas lagi, kami juga sudah dimarah- marah warga, " ungkap Rusli. 

Alasan warga lainnya, kata Rusli bahwa HGU yang dikuasai PT SNS hampir setengah luas wilayah Desa Tanjung Labu. 

" Luas Tanjung Labu ini delapan ribuan hektare dan hampir empat ribuan hektare atau hampir setengahnya dikuasai HGU PT SNS, sehingga masyarakat minta PT SNS untuk tidak lagi melakukan perluasan lahan, cukup yang sudah ada saja," tuturnya. 

Perihal adanya dugaan pengerusakaan apalagi adanya pembakaran fasilitas PT SNS,  Rusli menuturkan tidak mengetahuinya secara pasti. 

"Kalau disebut  masyarakat melakukan pembakaran tidak tepat ya dan saya tidak mengetahui secara pastinya, mungkin kesabaran masyarakat sudah habis batas," tuturnya. 

Ia berharap agar PT SNS tidak lagi melakukan perluasan areal perkebunan  karena dihawatirkan terjadi konflik lebih meluas  dengan masyarakat.

"Harapan kepada PT SNS HGU yang belum tergarap dicabut saja dan kami juga mohon kepada pemda menyelesaikannya jangan sampai terjadi konflik," tukasnya.(as/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL