Kasus Korupsi PT BPRS Cabang Toboali, Kejati Babel Tetapkan Dua Tersangka

Firman    •    Senin, 08 Maret 2021 | 20:58 WIB
Video Kite
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Babel, Johnny William Pardede yang didampingi Kasi Penkum, Basuki Raharjo, dan Kasidik Himawan saat menggelar konferensi pers, Senin (8/3/2021) malam.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) akhirnya resmi menetapkan dua orang tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pemberian pinjaman kepada nasabah PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Toboali, Bangka Selatan Tahun 2008/2009.

Kedua tersangka yang telah ditetapkan oleh penyidik khusus Kejati Babel sebagai tersangka itu, yakni E merupakan pimpinan BPRS Cabang Toboali, dan NN merupakan nasabah BPRS.

Menurut Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Babel, Johnny William Pardede, penetapan terhadap dua tersangka ini dalam perkara adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan kredit kepada nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Toboali, tahun 2008 sampai 2009.

"Kedua tersangka yang telah ditetapkan statusnya sebagai tahanan yaitu, E, dan NN," kata Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Babel, Johnny William Pardede yang didampingi Kasi Penkum, Basuki Raharjo, dan Kasidik Himawan saat menggelar konferensi pers, Senin (8/3/2021) malam.

Selain itu diterangkan Jhonny, kedua tersangka ini merupakan pimpinan BPRS Toboali dan nasabah Bank BPRS.

"Tersangka E pimpinan BPRS Cabang Toboali, telah melakukan penyalahgunaan kewenangan pemberian fasilitas pembiayaan (kredit) kepada 22 nasabah pada Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2009. Dan tersangka NN merupakan nasabah yang menyalahgunakan kewenangan dalam pemberian fasilitas pembiayaan (kredit) pada BPRS Cabang Toboali Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2009," terang Jhony.

Lanjutnya para tersangka disangkakan pasal primair : Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Subsidiair.

"Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang, pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP," tegas Johnny William Pardede.

Ditambahkannya, saat keduanya setelah ditetapkan sebagai tersangka akan dititipkan penahannya di Mapolres Pangkalpinang.

"Jadi kedua tersangka ini kita titipkan di tahanan Mapolres Pangkalpinang, dan kita pihak penyidik akan melakukan pengembangan terhadap kasus ini selanjutnya," tegas Jhonny.

Sebelumnya pada Selasa (23/2/2021) Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) menaiknya status kasus tersebut, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print : 152/L.9/FD.1/02/2021 Tanggal 23 Februari 2021.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pemberian pinjaman kepada nasabah PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Toboali, Bangka Selatan Tahun 2008/2009.

Ia juga menyebutkan yang dilakukan PT BPRS itu berpotensi adanya dugaan kerugian negara sekitar Rp 1,7 miliar.(fn/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL