PN Belitung Vonis PT PAN Bayar Rp 1,15 Miliar untuk Kasus Reklamasi Tanpa Izin

Tim_Wow    •    Minggu, 14 Maret 2021 | 22:29 WIB
Nasional
Penyidik Gakkum KLHK memasang plang peringatan di areal reklamasi ilegal yang dilakukan PT PAN di kawasan Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.(ist)
Penyidik Gakkum KLHK memasang plang peringatan di areal reklamasi ilegal yang dilakukan PT PAN di kawasan Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.(ist)

TANJUNGPANDAN,www.wowbabel.com-- Pengadilan Negeri (PN) Belitung pada sidang Rabu (3/3/2021) memvonis PT Panca Anugerah Nusantara (PAN) bersalah melanggar peraturan karena telah mereklamasi pantai tanpa izin di Tanjung Pendam, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

PN Belitung menjatuhkan hukum pidana denda Rp 1,15 miliar. TI (49), pelaksana reklamasi tanpa izin itu sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Belitung dan siap disidangkan.

“Penyidik KLHK berupaya mengungkap keterlibatan pelaku lainnya. Pada saat yang bersamaan KLHK sudah menyerahkan TI, pelaksana reklamasi tanpa izin PT PAN, ke Kejaksaan Negeri Belitung dan siap disidangkan,” kata Yazid Nurhuda, Direktur Penegakan Hukum Pidana, Ditjen Gakkum, KLHK, mengungkapkan, Sabtu (14/3/2021) di Jakarta.

Jika PT PAN tidak membayar denda paling lambat satu bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda PT PAN akan disita Penuntut Umum dan dilelang untuk menutupi denda itu.

Majelis Hakim PN Belitung, Himelda Sidabalok SH MH menyatakan PT PAN melanggar Pasal 109 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yaitu “melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan.”

Hakim juga mempertimbangkan Pasal 116 Ayat 1 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 yang mengatur tindak pidana oleh badan usaha. Dalam amar putusannya, PT PAN sebagai badan usaha dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 116 Ayat 1.




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL