Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 Pemkot Pangkalpinang Capai 84 Persen

Hendri Dede PKP    •    Senin, 15 Maret 2021 | 19:34 WIB
Lokal
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen.(hen/wb)
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com – Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil Alias Molen menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2020, di Gedung DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (15/3/2021).

"Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi kita semua. Hal ini dikarenakan munculnya wabah Covid-19 yang melanda dunia. Dampaknya dari pandemi ini sangat terasa pada seluruh sendi kehidupan, terutama pada bidang ekonomi dan sosial," ungkap Molen.

Dalam penanganan Covid-19, diungkapkan Molen, Pemkot Pangkalpinang berfokus pada penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan social safety net, sehingga pengelolaan keuangan daerah tahun 2020 berbeda dari tahun sebelumnya.

Dalam laporan tentang pengelolaan keuangan daerah tahun 2020, salah satunya penyampaian pada urusan kesehatan telah dialokasikan sebesar Rp 189.925.541.555,01 yang teridiri atas belanja tidak langsung dan belanja langsung, yang terealisasi Rp 180.314.325.393,21 atau 94,9 persen.

Terkait penanganan Covid-19, Pemkot Pangkalpinang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 43.725.589.207, dengan realisasi sebesar Rp 36.847.304.008,59 atau 84 persen.

Pada bidang tenaga kerja, sepanjang tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, hampir 90 persen perusahaan terdampak pandemi Covid-19, dan sebanyak 195 pekerja mengalami PHK serta 11.600 orang dirumahkan.

Namun di sisi lain, angka penempatan lowongan kerja di tahun 2020 cukup tinggi tercatat 620 tenaga kerja. Hal itu dikarenakan banyaknya perusahaan yang berinvestasi di sektor perdagangan di Pangkalpinang.

"Dapat disampaikan juga pada 2020, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Pangkalpinang sebesar 6,93 persen, meningkat 1,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 5,01 persen," ungkapnya.

Sedangkan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat bidang kesehatan, Pemkot Pangkalpinang kembali membangun dua Puskesmas yang representatif yaitu Puskesmas Melintang dan Puskesmas Grimaya.

"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat, antara lain misalnya di tahun 2020 kami menyediakan dua rumah singgah Jakarta dan Palembang, yang dapat digunakan masyarakat yang sakit dan ingin berobat dan membutuhkan tempat tinggal," tukas Molen.

Dengan demikian, pencapaian penyelenggaraan urusan kesehatan dapat dilihat dari Indikator Kinerja Kunci (IKK) seperti persentase rumah sakit rujukan tingkat kota yang terakreditasi sebesar 57, 14 ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan 91,34, dan 94,84  ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan.

"93,54 persen bayi lahir mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir 95,78 dan 91,96 persen cakupan pelayanan balita sesuai setandar," pungkasnya.

Adapun dalam pelaksanaan APBD Tahun 2020, pendapatan daerah secara keseluruhan ditargetkan sebesar Rp 838.009.024.009,18, dan sampai akhir tahun anggaran 2020 telah melampui target yaitu Rp 843.337.896.867,92 atau 100,63 persen.(hen/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL