Badai Rugi Timah Belum Berhenti

Abeng    •    Selasa, 16 Maret 2021 | 17:52 WIB
Opini
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)


Oleh:  Albana (Waratwan Senior di Bangka Belitung)

PT Timah Tbk kembali mencatat rugi. Dua tahun bertutut-turut kerugian menerpa BUMN tambang ini.  Kendati  tahun 2020 kerugian Rp 340,59 miliar menyusut 44,28 persen dari tahun sebelumnya dengan kerugian mencapai Rp 611,28 miliar.

Kerugian dua tahun berturut menunjukkan neraca keuangan PT Timah Tbk tidak sehat. Berdasarkan laporan keuangan perseroan tahun 2020, TINS itu mencatatkan rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 340,59 miliar pada 2020.

Emiten pelat merah itu membukukan total liabilitas sebesar Rp 9,57 triliun yang terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp 5,86 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp 3,71 triliun dari total liabilitas itu sesungguhnya berhasil turun 36 persen dibandingkan dengan liabilitas 2019 sebesar Rp 15,1 triliun.

Namun, total pinjaman yang dimiliki TINS dan akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan ke depan mencapai Rp 4,56 triliun, yang terdiri atas Rp 3,8 triliun pinjaman bank jangka pendek dan Rp 759,02 miliar liabilitas supplier financing. Sementara itu, PT Timah hanya mempunyai total kas dan setara kas sebesar Rp 807,3 miliar per akhir 2020. Jumlah itu turun 49,5 persen dibandingkan dengan posisi kas setara kas akhir 2019 sebesar Rp 1,59 triliun.

Sejalan dengan itu, pada 31 Desember 2020 TINS mengaku tidak memenuhi sejumlah batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman dengan beberapa kreditur terkait dengan batasan rasio keuangan yang dipersyaratkan. Selain itu, dalam laporan keuangannya, Manajemen PT Timah Tbk juga menjelaskan bahwa perseroan mengalami penurunan produksi bijih timah dan produk timah sejak pertengahan 2020 hingga tanggal penerbitan laporan keuangan. Hal itu disebabkan terbatasnya pasokan bijih timah yang diperoleh dari kerja sama dengan mitra perseroan.

“Hal-hal di atas pun menimbulkan ketidakpastian tentang kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,” tulis manajemen PT Timah dikutip dari laporan keuangan 2020, Minggu (14/3/2021).

Oleh karena itu, perseroan berencana mengelola pinjaman yang meliputi pengurangan pinjaman dengan bunga dan perubahan portofolio pinjaman yang ada. Manajemen TINS juga tidak berencana menambah fasilitas pinjaman baru pada 2021, kecuali perpanjangan fasilitas pinjaman yang sudah ada jika diperlukan. Emiten pelat merah itu juga mengaku akan terus melakukan beberapa upaya efisiensi, mulai dari menekan biaya produksi hingga efisiensi beban operasional.



MEDSOS WOWBABEL