Dalam Sepekan 196 Unit Sepeda Motor Terjaring Razia

Firman    •    Selasa, 16 Maret 2021 | 21:15 WIB
Lokal
Ratusan sepeda motor diamankan di Kantor Ditlantas Polda Bangka Belitung lantaran terjaring razia.(fn/wb)
Ratusan sepeda motor diamankan di Kantor Ditlantas Polda Bangka Belitung lantaran terjaring razia.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bangka Belitung berhasil menjaring ratusan kendaraan roda dua yang melanggar lalulintas, dalam kurun waktu satu minggu belakangan ini.

Ratusan kendaraan roda yang terjaring razia oleh Ditlantas Polda Bangka Belitung dalam satu pekan ini rata-rata melakukan pelanggaran lalulintas dengan mengunakan knalpot brong atau racing dan tidak menggunakan helm.

Dirlantas Polda Babel Kombes (Pol) Hindarsono melalui Kabag Bin Ops Ditlantas Kompol Deddy Dwitya Putra mengatakan ada sekitar 196 kendaraan roda dua yang terjaring razia. 

"Dalam sepekan ini, kita mencatat ada 196 pelanggar kendaraan roda dua terjaring oleh Ditlantas," kata Kompol Deddy, Selasa (16/3/2021). 

Ia menjelaskan penindakan tersebut, sebagai upaya Ditlantas Polda Babel, dalam menekan angka pelanggaran lalulintas, khususnya di Kota Pangkalpinang, yang menjadi pusat Ibukota Provinsi Bangka Belitung. 

"Sebagian besar pelanggar kendaraan roda dua ini, antara lain tidak menggunakan helm, tidak dilengkapi plat nomor, kaca spion, lampu dan knalpot brong atau racing," ungkapnya. 

Selain itu diterangkan Deddy, pihaknya dalam sepekan ini melakukan penindakan dua sampai tiga kali.

"Sepekan kita lakukan penindakan dua sampai tiga kali, tapi yang rutin setiap malam Sabtu dan malam Minggu," imbuhnya.

Ditambahkannya pelanggar kendaraan roda dua ini, paling banyak adalah anak muda.

"Rata-rata paling banyak pelanggaran dilakukan para anak-anak muda, dan itu hampir 90 persen yang terjaring razia oleh Ditlantas," jelasnya.

Tidak hanya itu dikatakan Deddy, bagi pelanggar lalulintas yang kena tilang di jalan raya akan dibawa ke kantor Ditlantas.

"Bagi pengendara R2 yang menggunakan knalpot brong atau tidak melengkapi kendaraannya akan kita lakukan penilangan di tempat, kemudian kendaran R2-nya langsung kita bawa ke kantor Ditlantas," terang Deddy.

Lanjutnya, pengendara R2 yang kena tilang serta ingin mengambil kendaraanya ke kantor Ditlantas, mereka juga wajib memasang kelengkapan kendaraannya dulu.

"Misalnya motor kena tilang tidak ada lampu harus dipasang dulu, tidak ada spion harus dipasang, knalpot brong harus ganti knalpot standar dan semuanya harus lengkap baru kita kasih kendaraannya," tuturnya.

Ditegaskanya, bagi penguna knalpot brong atau racing, biar sudah diganti dengan knalpot standar, nanti kendaraanya akan ditahan dulu selama satu atau dua minggu bahkan bisa satu bulan.

"Pengambilan kendaraan bermotor juga harus melengkapi surat-surat kendaraan, seperti STNK BPKB termasuk SIM juga harus ada, jadi harus dilengkapi dulu semua administrasinya," tegasnya.

"Jadi setelah mereka membayar tilang, mereka tidak bisa serta merta membawa motor mereka begitu saja, dan ada SOP dan mekanismenya, dimana mereka harus melengkapi kendaraan mereka dulu, misalnya yang tidak ada TNKB, lampu, spion dan knalpot brong harus diganti standar dulu. Surat menyuratnya harus lengkap dan membawa SIM," tandas Kompol Deddy.(fn/wb) 




MEDSOS WOWBABEL