Distribusi LPG di Bangka Belitung Bakal Cashless

ADVERTORIAL    •    Selasa, 16 Maret 2021 | 17:35 WIB
Lokal
Caption: Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menandatangani MoU tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan untuk Pembelian Bahan Bakar dan Gas antara PT BRI (Persero) Tbk, PT Pertamina Persero Regional Sumbagsel, Hiswana Migas Babel, Selasa (16/3/2021) di Kantor Pusat BRI Jakarta. (IST)
Caption: Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menandatangani MoU tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan untuk Pembelian Bahan Bakar dan Gas antara PT BRI (Persero) Tbk, PT Pertamina Persero Regional Sumbagsel, Hiswana Migas Babel, Selasa (16/3/2021) di Kantor Pusat BRI Jakarta. (IST)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menandatangani MoU tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan untuk Pembelian Bahan Bakar dan Gas antara PT BRI (Persero) Tbk, PT Pertamina Persero Regional Sumbagsel, Hiswana Migas Babel, Selasa (16/3/2021) di Kantor Pusat BRI Jakarta.

Kesepakatan bersama ini bertujuan menjalin kerja sama untuk penyaluran bahan bakar dan gas yang tepat sasaran, tepat harga dan tepat mutu bagi konsumen pengguna di Bangka Belitung. Sehingga penyaluran bahan bakar minyak dan gas bisa lebih efektif, efisien dan transparan.

"Saya berharap setelah MoU program ini segera berjalan, kalau bisa sebelum ramadan sudah jalan," ujar Erzaldi. 

Orang nomor satu di Bangka Belitung ini mengatakan, saat ini distribusi gas di Pulau Belitung kurang baik. Dengan program ini diharapkan bisa lebih mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kartu BRI ini dalam pembelian bahan bakar dan gas. Sistem inilah yang menjadi solusi untuk menyelesaikan akar permasalahan distribusi gas di Belitung.

Dilatarbelakangi oleh banyaknya pangkalan yang ditemukan menjual harga tidak sesuai HET, banyaknya oknum yang memanfaatkan LPG untuk dijual secara eceran, banyaknya laporan mengenai semrawutnya penyaluran LPG 3 kilo. 

Sistem ini cashless, artinya seluruh transaksi yang ada di pangkalan menggunakan e-money BRIZZI LPG card. Kedua berbasis EDC (Electronic Data Capture), mayoritas transaksi berbasis EDC sehingga bisa digunakan dalam kondisi offline. Ketiga berbasis NFC (Near Field Communication), untuk daerah bersinyal.kuat bisa menggunakan NFC HP (handphone) untuk bertransaksi di pangkalan. Keempat online reporting, tidak ada lagi pencatatan logbook di Pangkalan, data realisasi pangkalan dapat didownload berdasarkan transaksi.

Setelah penandatanganan kesepakatan ini, diperkirakan akhir Maret akan dilakukan launching penerapan LPG Card di Bangka Belitung yang akan dimulai di Kota Pangkalpinang.

Dalam kesempatan ini, Bang ER juga berharap program kerja sama lainnya seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI bagi petani jahe merah dan porang di Bangka Belitung bisa berjalan. Ke depannya dirinya juga ingin ada kerja sama program KUR BRI untuk tenaga honorer di Pemprov. Babel.

"Nanti ada juga program e-warung, kalau BRI bisa ambil peran ini, saya yakin BRI memiliki teknologi yang bagus, kita bisa kerja sama. E-warung ini akan dangat membantu distribusi bahan pokok, kita khawatir dengan maraknya retail-retail yang bisa menghancurkan warung-warung yang sudah ada. Untuk itu kami akan memperkuat distribusi barang warung-warung ini, membantu mereka mendapatkan barang dengan harga lebih murah dengan dasar sistem," jelasnya. (adv/*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL